Beranda Bisnis Aset BUMN Rp 7.212 Triliun

Aset BUMN Rp 7.212 Triliun

123
BERBAGI

JAKARTA – Kementerian BUMN telah berdiri sepanjang 20 tahun terakhir. Itu dibentuk dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan dapat menjadi korporasi kebanggaan nasional. Bukan sekadar perpanjangan tangan kementerian teknis untuk implementasi kebijakan.

Dalam tempo 20 tahun itu, badan usaha di bawah koordinasi Kementerian BUMN telah berkembang secara pesat. Pada periode 1998, total aset BUMN tercatat sebesar Rp 438 triliun. Lalu, total laba BUMN kala itu terakumulasi sejumlah Rp 14 triliun. ”Tahun lalu, aset telah mencapai Rp 7.212 triliun dengan laba Rp 189 triliun,” tutur Menteri BUMN, Rini M. Soemarno akhir pekan lalu.

Menurut Rini selama 3,5 tahun terakhir, BUMN terus bersinergi dengan mengusung misi BUMN Hadir Untuk Negeri. Banyak langkah telah dilakukan untuk memberi pengabdian terbaik bagi Indonesia. Diantaranya melalui program pembangunan infrastruktur, keadilan sosial, ekonomi kerakyatan, pengembangan energi terbarukan hingga dengan Holding BUMN. Itu semua untuk menjadikan BUMN semakin kuat dan lincah. ”Sehingga mampu bersaing secara global dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia,” ulas Rini.

Adapun program pembangunan infrastruktur dijalankan BUMN melalui program peningkatan rasio elektrifikasi. Di mana, pada 2014 hanya sebesar 86 persen dan diproyeksi mencapai 97,35 persen pada 2019. Pembangunan jalan tol sejak edisi 1980-2014 hanya dibangun 600 km. Dan, hingga 2019 dipatok hingga 1.800 km.

Panjang transmisi hingga 2014 sebesar 40 ribu kms, target hingga 2019 menjadi 86 riu kms.

Program keadilan sosial dicapai melalui program BBM Satu Harga. Di mana, harga sebelumnya Rp 15-50 ribu per liter menjadi Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar, sama seperti di Pulau Jawa. Penyesuaian harga semen pada lokasi 3T termasuk Puncak Jaya Papua dari Rp 2,5 juta menjadi Rp 500 ribu.

Program ekonomi kerakyatan menjadi amanah dilaksanakan BUMN melalui pengembangan Balkondes di Borobudur, Rumah Kreatif BUMN (RKB) dengan jumlah UMKM terdaftar mencapai 480 ribu, Mekaar dengan nasabahnya mencapai 2,7 juta, dan berbagai program lainnya. “Untuk mendogkrak nilai tambah dan efisiensi, telah dibentuk Holding BUMN Perkebunan, Holding BUMN Semen, Holding Industri Pertambangan, dan Holding BUMN Migas,” imbuh Rini.

Rini melanjutkan BUMN merupakan korporasi milik negara. Artinya, BUMN milik rakyat Indonesia. Pengelolaan bisnis BUMN selain dilakukan secara profesional, juga wajib mengikuti prinsip good corporate governance (GCG), sehingga keberadaannya bisa sustainable, hingga 100 tahun ke depan. ”BUMN harus bisa diwariskan pada anak, cucu, cicit dalam keadaan sehat, berdaya saing tinggi, dan siap mengemban tugas sebagai agen pembangunan negeri,” serunya. (dai/jpg)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.