Asimilasi Napi Narkoba dari Kemenkumham Bikin BNNK Ciamis Begini..

223
0

CIAMIS – Kasi Brantas  BNN Kabupaten Ciamis, Kompol Ricky Lesmana menyikapi kebijakan program asimilasi dari Kemenkumham RI, dengan membebaskan napi narkoba.

Meskipun  dalam hal ini ada pembatasan-pembatasan  atau syarat-syarat  yang sudah ditentukan sebelumnya, termasuk untuk napi narkotika.

” Tentu kami memahami dangan kondisi yang ada ini, karena menyangkut banyak hal. Sehinga Kemenkumham mengambil kebijakan demikian,” jelas Ricky kepada Radar, Senin (04/05)

Kata Ricky, khusus terhadap napi-napi narkotika yang mendapatkan program asimilasi, hal ini manjadi warning buat BNNK Ciamis.

“Setidaknya kami melakukan pendataan dan pengawasan terhadap mereka yang dapat asimilasi. Karena jika berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, banyak dari ex napi narkotika berbuat lagi setelah bebas dari Lapas,” ungkapnya.

Dari data yang ada, ungkap dia, sepanjang tahun 2018-2020 dari lima  orang pelaku narkotika yang  BNNK Ciamis tangkap hingga sampai vonis, semuanya adalah residivis.

“Artinya mereka (napi) semua pernah menjalani masa hukuman pidana narkotika baik satu kali bahkan sudah ada yang tiga kali,” terangnya.

“Jadi dengan kebijakan program asimilasi tentu membuat kerja kami bertambah ekstra dan harus bersinergi dengan Polres Ciamis dan elemen masyarakat dalam hal pengawasan napi-napi program asimilasi ini, karena dikhawatirkan mereka akan berbuat kembali,” sambungnya.

Untuk itu, BNNK  Ciamis sigap dalam mengantisipasi hal ini, dengan melakukan program Desa Bersinar di tiga wilayah kerja BNNK Ciamis, yang meliputi Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.

Dengan sasaran, para pelaku peredaran gelap narkotika dan pelaku penyalahguna narkotika dengan cara melibatkan semua unsur masyarakat desa dan para perangkat desa.

Dengan adanya pandemi Covid- 19 ini tentu bagi para pelaku akan dijadikan kesempatan untuk tetap bisa mengedarkan narkotika.

“Kami sudah mendeteksi beberapa sinyalemen tersebut sehinga kami tetap terus berkoordinasi dengan semua pihak di tiga wilayah tersebut. Terutama dengan aparatur penegak hukum dan aparatur pemerintah,” tuturnya.

Apa yang dilakukan oleh BNN, tambah dia, bukan semata penegakan supremasi hukum. Juga kepada upaya pencegahan atau deteksi dini, sebagai salah satu cara melaksanakan program Desa Bersinar.

“Upaya kami terus perang kepada yang namanya peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Ciamis,” tuntasnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.