Asma Ganggu Perkembangan Anak

405
0
USAI WAWANCARA. Dokter Spesialis Paru-Paru dr Dilla Laswantina SP usai diwawancara di kliniknya Jalan Banjar-Pangandaran Sabtu (13/7). Anto Sugiarto / Radar Banjar

BANJAR – Sesak nafas dan batuk salah satu gejala asma yang biasa terjadi. Tidak hanya pada orang dewasa, penyakit ini bisa terkena pada anak atau bayi di bawah usia satu tahun. Hal itu, tentu sangat mengganggu pertumbuhan dan aktivitas buah hati.

Dokter Spesialis Paru-Paru dr Dilla Laswantina SP menjelaskan asma merupakan penyakit yang diakibatkan oleh peradangan, lalu timbul bengkak  dalam saluran pernapasan manusia.

Sehingga, udara yang masuk ke paru-paru menjadi lambat karena adanya penyempitan di saluran tersebut.

“Asma itu penyakit umum bisa menyerang siapa saja. Baik bayi, anak-anak maupun dewasa,” ujarnya kepada Radar di kliniknya Jalan Banjar-Pangandaran Sabtu (13/7).

Asma yang diderita anak bisa membuat mereka merasa tidak leluasa melakukan aktivitas seperti sekolah, olahraga, bermain alat musik tertentu, menari dan aktivitas lainnya.

Lanjutnya, angka kematian akibat asma relatif rendah tapi  tumbuh kembang anak bisa terganggu. Batuk-batuk di malam hari mengganggu kualitas tidur anak, yang berdampak terhadap pertumbuhannya. Saat serangan asma, mereka absen sekolah. Aktivitas fisik terbatas, bahkan mungkin tidak bisa ikut pelajaran olahraga.

Dokter Dilla mengatakan, gejala asma umumnya sudah bisa dilihat saat anak masih balita. Pada berbagai usia anak gejalanya sangat beragam, seperti ada anak yang bisa merasakan gejala ringan asma hampir setiap hari.

Gejala asma pun bisa makin parah jika anak terkena udara dingin dan asap rokok. Namun, ada juga beberapa anak yang jarang merasakan gejala, tapi sekalinya gejala asma kambuh, sang buah hati bisa mengalami serangan yang berat.

Dilla mengatakan, dirinya belum bisa mendiagnosa asma pada bayi, apakah bisa terjadi atau tidak. Namun gejala-gejala yang biasa timbul, hampir sama dengan penyakit pernapasan lainnya.

Bayi yang masih dibawah usia tiga tahun, setidaknya pernah mengalami mengi atau mengeluarkan suara lirih seperti ngik-ngik. Kejadian tersebut biasanya didiagnosa sebagai bronkiolitis.

“Bronkiolitis merupakan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus yang menyebabkan peradangan dan penyumbatan pada paru-paru dalam tubuh manusia,” pungkasnya.

Dilla menambahkan, ada beberapa hal yang memicu terjadinya asma pada bayi atau anak-anak. Di antaranya terpaparnya asap rokok langsung ke bayi, karena berada di satu ruangan yang sama.  “Bila orang tua bayi perokok, memicu asma pada anak,” katanya.

Asma juga bisa disebabkan faktor genetik dari orang tua yang sebelumnya mengidap asma, sehingga menular ke anak. Penyebab lainnya yakni bayi memiliki alergi saat lahir sehingga bisa menimbulkan gejala asma.

“Untuk mengetahui itu semua, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Mendiagnosa apakah mengidap penyakit asma atau bukan,” katanya.

Lanjutnya, penyakit asma harus ditangani secepatnya. “Jangan dibiarkan dan jangan ditunda-tunda, karena sangat berbahaya,” katanya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.