ASN Harus Memahami Publikasi

53
0
DIBERI MATERI. Puluhan peserta peningkatan kapasitas diberikan materi terkait pentingnya publikasi dalam menyampaikan program pemerintah, Kamis (19/11). ujang nandar / radar tasikmalaya
DIBERI MATERI. Puluhan peserta peningkatan kapasitas diberikan materi terkait pentingnya publikasi dalam menyampaikan program pemerintah, Kamis (19/11). ujang nandar / radar tasikmalaya
Loading...

SINGAPARNA – Hari kedua Peningkatan Kapasitas Pegawai dalam Memberikan Informasi Sosialisasi dan Publikasi Program Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk Menunjang Pelayanan Prima Bagi Masyarakat diisi oleh materi dari Universita Islam Bandung (Unisba), Kamis (19/11) diisi dengan materi “Membuat Konten Kampanye Digital Dengan Tema Budaya Hidup Sehat Pada Masa Pandemi” yang dipaparkan oleh pemateri dari Unisba Dr Septiawan Santana K MSi.

Hari kedua ini tidak hanya sebatas materi, tapi peserta juga diberikan tugas mengenai sosialisasi pencegahan Covid-19, yakni 3M dengan membuat video secara kelompok.

Sehingga semuanya tetap sadar dan waspada dalam menyikapi pandemi ini. Pemateri juga menyampaikan bahawa ASN harus lebih sadar media dan juga terus meningkatkan literasinya.

Pemateri dari Unisba, Dr Septiawan Santana K MSi mengatakan, saat ini para ASN itu yang terpenting sadar media, artinya literasinya harus kuat.

“Makanya dalam kegiatan ini kami munculkan penguatan literasi mereka, yakni literasi tentang sosialisasi publikasi dan media. “Sosialisasi tersebut sebagai awal proses sebuah kebijakan yang disebar luaskan kepada masyarakat. Agar sosialisasi itu efektif mereka harus memahami publikasinya. Dari situ lah maka kita tawarkan cara berhubungan dengan masyarakat lewat media,” kata dia.

Loading...

Dengan itu, kata dia, para ASN ini harus mengetahui bagaimana cara mengelola media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Youtube dan media sosialisasi lainnya, bahkan wabsite.

“Pengelolaannya pun harus baik, karena bila hanya sekadar menampilkan saja, semua orang bisa. Tetapi bila media itu digarap dengan serius hasilnya akan lain, bahkan akan lebih efektif,” katanya.

Maka dari itu, kata dia, pihaknya juga meberikan infromasi mengenai bagaimana cara mengefektifkan pesan-pesan kebijakan pemerintah daerah lewat OPD kepada masyarakat.

“Karena agar efektif penyampian infromasi ini harus digarap dengan baik, sehingga mampu dipahami oleh masyarakat,” kata dia.

“Saat ini peserta diberikan pengetahuan secara teorotik mengenai cara komunikasi dengan masyarakat, sehingga cepat dipahami. Seperti management format, bentuk dan isi. Itu bisa disesuaikan dengan media infromasi yang dipilih. Sehingga masyarakat mudah memahami infromasi itu, jangan informasi saja, misalnya ditambahkan dengan gambar dan lainya supaya bentuknya lebih menarik dan dipahami oleh masyarakat,” katanya.

Kemudian, lanjut dia, bila dikaitkan dengan masa pandemi saat ini justru merupakan suatu hal yang sangat penting. Karena banyak kebijakan pemerintah yang tidak sampai langung infromasinya kepada masyarakat.

“Informasi itu harus segera sampai lewat media. Misalnya ada kebijakan baru bisa dipublikasikan kembali melalui WhatsApp grup dan lainnya oleh pemerintah tingkat kecamatan dan lewat itu tidak harus bertatap muka,” katanya.

Septiawan berharap para ASN atau peserta pelatihan ini bisa lebih meningkatkan literasi media. Karena dengan literasi itu akan mengefektifkan kerja bahkan taregat-taregt yang harus dicapai dalam pengembangan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

Tempat yang sama, salah satu peserta dari Perencanaan Evaluasi dan pelaporan BPKPD Kabupaten Tasikmalaya Taufik Gunawan mengakatan, pelatihan ini sangat membantunya dalam meningkatkan pengetahuan, bahkan dengan pelatihan ini menyegarkan kembali atau ilmu yang sudah didapatkannya saat kuliah. “Menambah wawasan kami bahkan mengingatkan kembali ilmu yang sudah didapatkan,” kata dia.

Kata dia, bahkan dengan pelatihan ini ilmunya bertambah, khususnya dalam bidang komunikasi dalam meberikan informasi kepada masyarakat.

“Kami mendapatkan pencerahan dalam ilmu cara memberikan infromasi kepada masyarakat nantinya, sehingga bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Taufik berharap kegiatan pelatihan tersebut lebih sering dilaksanakan agar pengetahuan aparatur lebih meningkatkan.

“Ke depannya lebih sering dilaksnakan untuk kegiatan pelatihan disesuaikan dengan situasi kondisi perkembangan zaman, sehingga para ASN lebih mumpuni,” kata dia.

Seni Apriani SIP, peserta pelatihan dari Kantor Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya mengatakan pelatihan itu cukup menambah pengetahuan. Utamanya dalam meningkatkan pengetahuan sebagai pegawai negeri. “Khususnya pengetahuan dalam memberikan infromasi kepada masyarakat,” kata dia.

Termasuk, lanjut dia, pengetahuan dalam melakukan pemberian infromasi kepada masyarakat dari aparatur sipil negara yang efektif dan mudah dipahami oleh masyarakat. Terutama dalam peningkatan kompetensi dalam bidang tugasnya.

“Tentunya kami inginkan pelatihan dalam peningkatan kapasitas pegawai ini lebih ditingkatkan, karena cukup membantu kami dalam melaksnakan tugas kepada masyarakat,” kata dia. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.