ASN Tidak Netral, Sanksi Menanti

37
0
JAGA NETRALITAS. Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih saat menghadiri pengajian di Kelurahan Bojongkantong Rabu (27/3). Dia meminta ASN menjaga netralitas dalam Pemilu.

BANJAR – Wali Kota Banjar Hj Ade Uu Sukaesih menyayangkan apabila benar ada aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota Banjar yang tidak netral dalam Pemilu 2019. Padahal dirinya terus menerus mengingatkan agar ASN netral.

“Kalau memang terbukti tidak netral dan melanggar maka ada sanksinya. Tapi itu harus dibuktikan dulu benar tidaknya,” ujarnya usai menghadiri pengajian di Kelurahan Bojongkantong Kecamatan Langensari Rabu (27/3).

Dirinya berharap adanya laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN menjadi bahan bagi ASN lainnya supaya tidak ikut-ikutan mengkampanyekan atau mengajak untuk memilik salah satu pasangan calon. ASN dilarang ikut berkampanye.

“Mudah-mudahan kasus ini yang terakhir dan ke depan tidak ada lagi. Jika memiliki pilihan, cukup disimpan di dalam hati saja, jangan dilihatkan, apalagi oleh ASN,” jelasnya.

Terpisah, pemerhati pemerintahan Sidik Firmadi SIP, MIP mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjar menyelesaikan dugaan pelanggaran netralitas ASN.

“Kasus ini bagai masalah klasik yang terus terulang pada saat Pemilu di berbagai daerah. Bawaslu Kota Banjar harus tegas dan benar-benar memberikan hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku apabila memang terbukti,” jelasnya.

Sebelumnya, Bawaslu Kota Banjar menerima laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN dalam Pemilu. Saat ini Bawaslu pun sudah mulai melakukan klarifikasi soal dugaan itu. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.