Asosiasi Travel Keluhkan Biaya Karantina Setelah Umroh

36
0
Protokol kesehatan yang ketat,termasuk wajib dilakukan jamaah umroh
Loading...

JAKARTA – Besarnya biaya karantina selama lima hari pasca-umroh yang bisa mencapai Rp9,2 juta/ jamaah dikeluhkan asosiasi travel umrah yang tergabung dalam Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri). Pasalnya biaya tersebut dinilai cukup membebani para jamaah umroh dan tidak masuk dalam kategori yang digratiskan.

Olehkarena itu, asosiasi travel umrah terus meminta kepada pemerintah agar membebaskan jamaah umrah dari kewajiban karantina sepulang umroh dari Saudi. Salah satunya mereka mengadu kepada Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti.

“Untuk karantina  biayanya termurah Rp3,5 juta sampai Rp9,2 juta,” ujar Kepala Bidang Amphuri Zaky Zakaria Anshary, kemarin (24/1).

Seperti diketahui ketentuan wajib karantina selama hari itu keluar pemerintah pada 14 Januari lalu. Aturan tersebut diterapkan kepada para pelaku perjalanan dari luar negeri, termasuk jamaah umrah.

Zaky pun menceritakan pada 18 dan 19 Januari lalu ada dua grup jamaah umrah tiba di Indonesia. Sesuai ketentuan mereka diwajibkan menjalani dua kali swab PCR dan karantina selama lima hari.  “Grup (maskapai, red) Lion dikarantina di Hotel Ibis Surabaya. Grup Saudia Airlines dikarantina di Hotel Ibis Slipi Jakarta,” kata Zaki.

loading...

Selain itu mengadu ke ketua DPD RI, lanjut Zaki, Amphuri juga telah menyurati Satgas Covid-19 dengan ditembuskan kepada Kementerian Agama (Kemenag) agar kewajiban karantina pasca-umroh bisa ditinjau lagi. Kenapa? Zaky beralasan jamaah umrah berbeda dengan pelaku perjalanan luar negeri lain yang masuk ke Indonesia.

Sebab jamaah umrah selama berada di Saudi sudah menjalani protokol kesehatan yang sangat ketat. Apalagi sebelum pulang ke Tanah Air, mereka wajib swab PCR dan hasilnya harus negatif.

Dalam kesempatan itu, Zaky mengatakan pelaksanaan umrah saat ini sudah mulai berangsur normal. Di antaranya batasan usia yang sebelumnya maksimal 50 tahun, kini menjadi 60 tahun. Hal ini diakuinya menggembirakan, mengingat banyak jamaah umrah Indonesia yang batal berangkat karena usianya lebih dari 50 tahun. “Alhamdulillah sekarang sudah bisa,” tuturnya.

Selain itu pelaksanaan umrah di Masjidilharam juga boleh lebih dari satu kali. Informasi yang dia terima, jamaah bisa menjalankan umrah sebanyak dua kali.(rps/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.