Asshulaha Utamakan Pendidikan Karakter

27
TALK SHOW. Opik Taufik Rahman SPdI (kiri), Hj Yiyin MPd dan Arip Ripandi SPdI usai Talk Show Bincang Radar di Studio Radar TV, Senin (11/3). Mereka membahas program pendidikan Yayasan Asshulaha. Siti Aisyah / Radar Tasikmalaya

TASIK – Mencetak generasi yang berakhlak baik menjadi tujuan pendidikan yang diselenggarakan Yayasan Asshulaha Kersanagara Cibeureum Kota Tasikmalaya. Yayasan tersebut telah membuka pendidikan formal dan non formal. Yakni RA, MI, SMP Terpadu Asshulaha serta Pendidikan Ponpes Asshulaha.

Pengurus Yayasan Asshulaha Tasikmalaya Opik Taufik Rahman SPdI menuturkan pendidikan karakter adalah program utama di semua jenjang pendidikan. Makanya, setiap lembaga yang ada di bawah yayasan diberi kebebasan dalam berinovasi dalam pembelajaran. Tentunya harus tetap sinkron dengan program yayasan.

“Kami punya program unggulan tahfiz Alquran, kajian kitab kuning, fiqih ibadah dan kajian kitab lainnya,” tutur Opik saat Talk Show Bincang Radar di Studio Radar TV, Senin (11/3).

Ia melanjutkan, agar pendidikan karakter ini bisa lebih optimal maka siswa jenjang SMP Terpadu diwajibkan mondok. “Dengan mondok, selain mendapatkan pembelajaran di kelas, siswa bisa lebih mendalami ilmu agama dengan kajian Alquran dan kitab di Ponpes Asshulaha,” terangnya.

Opik mengatakan, setiap tahunnya jumlah peserta didik terus bertambah, kualitas pendidikan pun terus berkembang. “Kita pun terus perkuat sinergi dengan semua pengajar, sehingga bisa satu tujuan yakni yakni mencetak siswa yang khaoiru ummah, atau sebaik-baik manusia. Manusia yang menyeru kepada kebaikan dan melarang kepada kemungkaran,” ujarnya.

Kepala MI Asshulaha Hj Yiyin MPd menambahkan, pro­gram yang dikembangkan di MI Asshulaha tak lepas dari program yayasan yakni madrasah berbasis pesantren. Di antara program unggulannya ada tahfiz Alquran. Ada juga berbagai kegiatan yang dapat menunjang pengembangan minat dan bakat peserta didik se­perti seni kaligrafi, qosidah, puisi, pidato hingga bidang sains.

“Untuk penguatan karakter kami juga mendorong siswa kelas 4-6 bisa ikut mondok di pesantren, namun sifatnya belum wajib,” ujarnya. MI Asshulaha sudah sering mendapat prestasi baik tingkat kecamatan, kota hingga provinsi. “Kami sering menjadi perwakilan untuk lomba ke tingkat Provinsi Jawa Barat,” tutur Yiyin.

Sekretaris Umum PGM Kota Tasikmalaya Arip Ripandi SPdI juga mengatakan madrasah berbasis pesantren yang diterapkan Yayasan Asshulaha sangat cocok dalam menunjang keberhasilan pendidikan. “Kolaborasi pendidikan dengan pesantren ini bisa menunjang pada pembentukan karakter,” tutur Arip. Di samping itu, kerja sama dan koordinasi yang baik antara madrasah, kepala, siswa, orang tua, dan yayasan sangatlah penting dalam upaya meningkatkan prestasi dan kualitas madrasah. (ais)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.