Asuransi Macet, Imbas Masalah Tata Kelola

266
0
Muhammad Uyeh.An an ansari isman / radartasikmalaya.com

CIHIDEUNG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya sudah mengendus persoalan mandeknya pencairan klaim asuransi konsumen dari PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera. Persoalan tersebut imbas dari tata kelola Bumiputera yang bermasalah pada 2016.

Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor OJK Tasikmalaya Trisma Ratna Dewi didampingi staf Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Dini Sulistyowati menerangkan bahwa tata kelola AJB Bumiputera memang bermasalah. Permasalahan itu berlaku secara nasional. “Jadi bukan di Tasik saja,” ujar dia kepada Radar, Selasa (5/3).

Untuk membantu pemulihan Bumiputera, OJK pusat menunjuk pengelola statuter di Bumiputera pada 2016 untuk membantu menye­hatkan AJB tertua di Indonesia tersebut. Sampai 2018, pengelola statuter tidak lagi ditugaskan karena progres tata kelola Bumiputera membaik. “Sudah membaik tapi belum pulih sepenuhnya,” ujarnya.

OJK Tasikmalaya mengaku pernah menerima satu laporan dari pengguna asuransi Bumiputera tentang klaim yang belum bisa dicairkan. Namun, kemungkinan uang hak polis dipastikan akan kembali hanya saja waktunya belum bisa ditentukan. “Pasti bisa diambil, tapi waktunya yang belum pasti,” katanya.

Menurut Trisma, para pengguna jasa asuransi di Bumiputera tidak paham dengan AJB. Pada prinsipnya, setiap pengguna atau disebut polis dinyatakan sebagai salah satu pemilik. “Bumiputera itu kan mutual, siapa pemegang polis adalah pemilik,” ucapnya.

Maka dari itu, dalam hal ini masyarakat perlu mengenal penyedia jasa asuransi sebelum menggunakannya. Dengan begitu, pengguna atau polis bisa lebih paham titik permasalahannya. “Bukan berarti Bumiputera tidak baik, karena buktinya dari 1912 bisa bertahan sampai sekarang,” katanya.

Sementara itu, kepada radartasikmalaya.com, Kepala Cabang Bumiputera Kota Tasikmalaya Muhammad Uyeh (50) menerangkan tentang pencairan klaim jaminan hari tua atas nama dr Suwarman (57) dan Evi (53), warga Mangkubumi.

Menurut dia, kontrak asuransi dr Suwarman habis pada 1 Maret. Yang bersangkutan baru mengajukan klaim pada Senin (4/3). Pihak­nya baru bisa mengirimkan berkasnya ke­marin. “Kami mengajukan berdasarkan berkas yang diajukan nasabah. Dan kami ha­nya mengajukan data yang dikirim ke kantor pusat. Dari kantor pusat nantinya akan langsung dikirim ke rekening nasabah,” tutur dia.

Adapun klaim atas nama Evi, kata dia, sudah diajukan ke kantor pusat. Yang bersangkutan tinggal menunggu saja. “Nanti dibayar dan ditransfer oleh kantor pusat,” ujarnya.

Uyeh menyebutkan dari Januari hingga Februari, para pemegang polis yang masa kontraknya habis dan klaimnya belum cair atau masih dalam daftar tunggu ada 41 orang. “Kami juga suka mengirim email untuk mem-follow up, supaya dipercepat pembayaran klaimnya. Terus terang kita ada keterlambatan,” ujarnya.

Namun demikian, dia menjamin Bumiputera pasti akan membayar semua klaim para nasabahnya. “Karena sekarang ini kita lagi ada transisi dari direksi lama ke direksi baru. Direksi yang baru ini sedang berupaya keras memenuhi kewajibannya,” tutur dia. (rga/anshari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.