Atap Bangunan SDN Ambruk, Dewan Akan Panggil Disdik

30
0
ISTIMEWA AMANKAN BUKU. Buku sekolah di SDN 2 Janggala Kecamatan Cidolog diamankan ke tempat aman Senin (11/1). Sebelumnya, atap sekolah tersebut ambruk Minggu (10/1).
Loading...

CIAMIS – Ketua Komisi D DPRD Ciamis Syarif Sutiarsa mengaku prihatin atas bertambahnya atap bangunan sekolah di Kabupaten Ciamis yang ambruk. Dalam waktu dekat, Komisi D akan memanggil dinas terkait. Termasuk Dinas Pendidikan.

Menurut Syarif, atap bangunan sekolah yang ambruk menggunakan rangka baja ringan. Terakhir yaitu SDN 2 Janggala Kecamatan Codolog, Minggu (10/1).

Atap bangunan SDN 2 Janggala, kata Syarif, berbahan baja ringan dan menggunakan genting tanah yang bebannya berat. Secara logika, kata Syarif, kalau atap baja ringan memakai atap yang berat, maka lambat laun akan ambruk.

“Jadi dengan beberapa runtutan kejadian SD banyak yang roboh, kami akan meminta keterangan atau konfirmasi dalam waktu dekat ini ke dinas terkait yakni Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis,” ujar Syarif, Senin siang (11/1).

Baca juga : Korban Pergerakan Tanah di Ciamis Minta Direlokasi

Loading...

Kembali robohnya atap bangunan sekolah dasar, kata Syarif, jangan dianggap main-main, karena menyangkut jiwa manusia.
“Coba kalau robohnya saat anak belajar mengajar, kebayang pasti banyak korban jiwa,” ujarnya.

“Saya ingin persoalan ini dikaji serius untuk semua rangka baja ringan atapnya diganti pakai multi roof. Harus cepat ditangani dari sekarang,” kata politisi senior ini tegas.

Syarif menjelaskan, memang saat ini kondisi musim hujan dan jika dikaitkan bencana alam, ambruknya atap-atap sekolah, bisa dia pahami. Namun, apakah ada atap rangka baja ringan yang menggunakan multi roof ambruk? Dia belum pernah mendengarnya.

“Pokoknya ini harus dievaluasi dan diaudit semuanya,” ujarnya.
Anggota Komisi C DPRD Ciamis H Uus Rusdiana meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis segera mengambil langkah cepat mengevaluasi sekolah-sekolah yang memakai atap baja ringan. “Agar tidak ada lagi kejadian serupa sekolah yang ambruk.

Segera untuk dicopot saja gentingnya ganti pakai atap multi roof saja. Saya harap pemerintah melakukan langkah cepat untuk menangani persoalan ini,” ujarnya.

Dalam wawancara terpisah, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Enang Kusmana mengenai permintaan DPRD agar meminta laporan dari sekolah-sekolah yang menggunakan atap baja ringan, saat ini pendataan masih berjalan.

Termasuk tahun pembangunan atap sekolah menggunakan rangka baja ringan atau kayu.

“Jadi kami masih pendataan dulu,” ujarnya.
Adapun berdasarkan laporan yang pihaknya terima, atap SDN 2 Janggala Kecamatan Codolog yang ambruk dua hari lalu, karena sudah baja ringan sudah berusia 11 tahun.

“Berarti umur ekonomisnya sudah habis ditambah saat ini musim hujan terus menerus, kami sudah layangkan surat ke sekolah-sekolah agar meningkatkan kewaspadaan,” kata dia menjelaskan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Dadang Darmawan, sebelumnya, menyarankan agar dilakukan audit atau pengecekan terhadap atap-atap bangunan pemerintah.

Dengan begitu, maka akan diketahui mana atap bangunan layak dan sudah tidak layak atau perlu diperbaiki. Termasuk penggunaan genting tanah atau beton untuk konstruksi atap baja ringan.

“Saya pikir yang sekarang bukanya tidak sesuai (penggunaan genting untuk baja ringan, Red), namun banyak hal-hal yang memang di luar dugaan. Mungkin pertama dibangun masih kuat namun beberapa waktu mungkin sudah tidak kuat menahan beban,” ujar Dadang ditemui di Kantor BPBD Ciamis, Rabu siang (6/1).

Dadang menyampaikan, audit bangunan merupakan salah satu upaya atau bentuk peringatan dini atau memitigasi terhadap bangunan-bangunan pemerintah. Termasuk sekolah.

“Alangkah baiknya sebelum ambruk ganti saja pakai multi roof, sementara gentingnya bisa dilelang,” ujarnya menyarankan.
“Saya pikir bila nanti sekolah tatap muka tidak akan terlalu membahayakan di sekolah,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.