Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Server Rusak Pelayanan Manual

155
0
AMBRUK. Atap bangunan lantai dua RSUD Ciamis yang ambruk Senin malam (19/10) saat difoto dari ketinggian, Selasa (20/10).
AMBRUK. Atap bangunan lantai dua RSUD Ciamis yang ambruk Senin malam (19/10) saat difoto dari ketinggian, Selasa (20/10).

CIAMIS – Efek atap lantai dua RSUD Ciamis ambruk Senin malam (19/20), komputer di rumah sakit tersebut rusak. Pun dengan server-nya, karena terkena air.

Direktur RSUD Ciamis dr Rizali Sofyan menjelaskan pihaknya masih menunggu perbaikan server RSUD dari Kominfo dan BPJS Kesehatan.

“Mudah-mudahan data selamat,” ujarnya kepada wartawan di depan lokasi atap rumah sakit yang ambruk, Selasa (20/10).

“Kita masih menunggu laporan apakah data yang disimpan dalam hard disk selamat atau juga,” ujarnya berharap.

Karena sistem server komputer RSUD Ciamis rusak, pelayanan menggunakan sistem manual. “Jadi menunggu dulu perbaikan server dulu,” terang Rizali.

Di lantai dua yang atapnya ambruk itu, kata Rizali, dipakai aula tempat pertemuan, perpustakaan, ruang penyimpanan cetakan, ruangan penyimpanan server, termasuk poli VCT untuk melayani penyakit menular. “Semua dialihkan,” kata dia menjelaskan.

Bagaimana dengan peralatan medis? Dia menjelaskan peralatan medis aman karena tidak disimpan di sana. Jadi tidak ada gangguan.

“Untuk kerugian belum bisa kami taksir berapa, namun bisa-bisa ratusan juta lah,” kata dia saat ditanya soal kerugian akibat atap bangunan di lantai dua yang ambruk itu.

“Kami juga koordinasi saat ini dengan BPBD, PUPR, PMI, Kominfo juga hadir dalam evakuasi hari ini (kemarin),” paparnya.

Baca juga : Polisi Selidiki Ambruknya Atap Gedung Lantai 2 IGD RSUD Ciamis

Soal pasien di RSUD Ciamis, kata dia, aman. Tidak ada yang kejatuhan material. Namun ada tiga dari pihak RSUD yang terluka. Yaitu satpam, perawat dan dokter jaga IGD RSUD Ciamis. IGD berada di lantai satu dari bangunan tersebut.

“Karena mereka panik saat mencoba keluar. Ada yang tabrakan dan jatuh dan terinjak,” bebernya.

Mengenai pasien di IGD yang berjumlah 13 orang, tiga diantaranya dialihkan ke IGD RS lain. Adapun enam orang lagi ke ruang perawatan dan satu orang ke ruang ICU.

Pihak RSUD juga mengevakuasi pasien Coivid-19 yang berjumlah empat orang. Mereka sudah dialihkan ke ruangan lain di RSUD Ciamis di lantai tiga.

Sepengetahuannya, atap bangunan tersebut dibangun 2005. Pada 2019, ada plafon yang ambrol. Itu sudah diperbaiki. Pun yang bocor. Sama. Sudah diperbaiki.

Soal kerusakan akibat ambruknya atap lantai dua RSUD, Rizali mengaku sudah berkoordinasi dengan BPBD, PUPR dan lainnya.

“Rencana ke depannya kami masih menunggu rekomendasi yang dilakukan seperti apanya,” ujarnya.

Soal penyebab ambruknya atap tersebut, kata Rizali, kemungkinan karena tidak kuat menahan beban.

“Dimungkinkan terjadi ambruk seperti ini,” ujarnya memperkirakan.

Saat ini, Polres Ciamis juga turun tangan menyelidiki ambruknya atap lantai dua RSUD Ciamis.

Waka Polres Ciamis Kompol Rendy Setia Permana SIK SH MH menjelaskan pihaknya sudah mengambil sampel baja ringan, genting dan lainnya. Itu sebagai bahan untuk penyelidikan atas ambruknya atap lantai dua RSUD Ciamis tersebut.

“Kami sejak dari malam sudah ke tempat kejadian perkara (TKP), termasuk mengecek korban dan mengamankan beberapa bukti dari lokasi,” ujarnya di ruang kerjanya Selasa (20/10).

Sementara itu, beberapa saat setelah atap lantai dua RSUD Ciamis ambruk, Senin malam, Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM dan Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra langsung meninjau RSUD Ciamis.

“Mereka yang terluka disebabkan akibat panik pasca ambruk atap lantai dua, sehingga berhamburan keluar dan saat ini sedang mendapatkan perawatan medis,” jelas Herdiat Senin malam.

Pemerintah bersama RSUD Ciamis, kata Herdiat, akan secepatnya melakukan perbaikan lantai 2 RSUD yang telah ambruk itu agar bisa digunakan kembali.

“Kami mengingatkan kepada petugas RSUD Ciamis agar pasien yang telah dievakuasi dari Ruang IGD tersebut agar ditangani dengan baik,” pesan orang nomor satu di Pemkab Ciamis ini.

Foto kiri, tim gabungan memeriksa reruntuhan.
Foto kiri, tim gabungan memeriksa reruntuhan.

Anggota Unit Reaksi Cepat (URC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Dodo Jakaria menjelaskan hasil pengecekan ke lokasi, penyebab robohnya atap lantai 2 RSUD Ciamis kemungkinan karena sebelumnya hujan lebat, jadi beban atap berat dan tidak kuat hingga ambruk.

“Kami saat ini lagi bereskan puing-puing agar bisa mengakses evakuasi barang berharga,” paparnya saat mengevakuasi barang-barang pada Senin malam.

Satpam IGD RSUD Ciamis Andang Rusyana menjelaskan saat atap bangunan tersebut ambruk. Saat itu, dia berjaga di gerbang utama.

Dia kemudian bergerak untuk menolong para korban di dalam ruangan. Namun dia malah terkena plafon di bagian muka hingga tersungkur.

“Saya saat itu dibawa ke RS Permata Bunda Ciamis, hingga hidung saya dapat lima jahitan,” ungkapnya sambil meringis kesakitan.

Di tempat terpisah, security RSUD Kabupaten Ciamis lainnya, Agus (38) menjelaskan saat detik-detik atap bangunan lantai dua itu ambruk. Awalnya terdengar suara gemuruh. Kemudian diikuti suara keras. Genting di atap tersebut berjatuhan. Dia yang berada di sekitar lokasi panik. Namun dia tetap bergerak ikut membantu mengevakuasi pasien di ruangan IGD lantai satu rumah sakit milik pemerintah itu.

“Saking paniknya, wajah, pipi dan pelipis mata sebelah kanan mengalami luka benturan,“ ujarnya. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.