Atap SDN 1 Suakadana Ciamis Roboh, Begini Kata Bupati..

36
0
ISTIMEWA TINJAU ATAP SEKOLAH. Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM bersama jajarannya saat meninjau lokasi atap SDN 1 Sukadana Kabupaten Ciamis yang ambruk. Saat ini Pemkab Ciamis mencari jalan keluar untuk perbaikan atap sekolah tersebut.
Loading...

CIAMIS – Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM beserta jajarannya meninjau atap sekolah SDN 1 Sukadana di Desa Sukadana Kecamatan Sukadana yang roboh. Akibat atap sekolah tersebut roboh pada 1 Januari 2021, menyebabkan ruang kelas 4, 5 dan 6 tidak bisa digunakan.

Bupati menyampaikan bahwa ambruknya atap bangunan SDN 1 Sukadana diperkirakan karena penyangga atap bangunan dari baja ringan yang kurang kokoh sehingga tidak mampu menahan beban genting yang cukup berat. Ditambah, saat itu hujan lebat sehingga atap bangunan tersebut roboh.

“Rasa keprihatinan atas ambruknya gedung sekolah kelas 4, 5 dan 6 di SDN 1 Sukadana. Kami bersyukur peristiwa tersebut terjadi bukan saat para siswa sedang belajar di sekolah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Herdiat melalui humas usai kunjungan ke SDN 1 Sukadana pada Senin (4/1) siang.

Herdiat menyampaikan, pihaknya akan segera mengupayakan jalan keluar untuk perbaikan atap sekolah SDN 1 Sukadana agar bisa digunakan kembali. Terutama nanti apabila pembelajaran tatap muka sudah bisa dilakukan.

Baca juga : Jembatan & Rumah di Desa Margaharja Ciamis Disapu Longsor

Loading...

“Kita akan melakukan upaya jalan keluar untuk perbaikan sekolah yang ambruk tersebut,“ ujarnya.

Bupati mengimbau masyarakat agar siaga dan berhati-hati akan bencana yang tidak terduga di musim hujan ini.

“Lebih ditingkatkan kewaspadaan karena sekarang ini musim hujan,” ujarnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Ciamis Angga Nugraha menjelaskan, pihaknya sangat prihatin atas kejadian ambruknya atap bangunan SDN 1 Sukadana dan seperti RSUD yang menggunakan rangkai baja ringan.

“Tentunya persoalan ini arus ditinjau bersama mengenai konstruksi segalanya, karena ini menyangkut keselamatan jiwa manusia, karena banyak sekali bangunan di Ciamis yang pakai baja ringan tentunya ini harus dilakukan pengecekan apakah memang layak atau tidak,” ujarnya.

Dia menilai ambruk atap baja ringan SDN 1 Sukadana dan sebelumnya RSUD Ciamis, tidak boleh dianggap main-main. Semua pihak harus duduk bersama, termasuk Komisi C, akan menggelar rapat internal dan ke depan akan mengundang pemerintah serta dinas terkait membahas permasalahan tersebut.

“Karena kami tidak mengharapkan adanya kejadian lagi, untungnya yang sekarang juga kejadiannya malam, coba kalau lagi siswa pada belajar pasti ada yang kena, karena gentingnya juga tanah, seharusnya baja ringan pakai multi roof,” ujarnya.

Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kabupaten Ciamis H Trian Slamet Triana, sebelumnya, menyarankan ada pemeriksaan bangunan-bangunan sekolah yang menggunakan baja ringan oleh tim ahli.

“Jangan-jangan sudah lebih dari 10 tahun sehingga bisa diketahui usia bangunan tersebut, karena konstruksi atap memakai baja ringan itu ada batas usia kekuatannya,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (4/1).

Berikutnya, kata dia, harus dicek siapa saja konsultan perencana yang merencanakan pembangunan atap sekolah menggunakan konstruksi atap baja ringan, karena bagi kontraktor pelaksana memasang baja ringan sesuai yang dipersyaratkan konsultan perencana. Kemudian diperiksa dulu oleh konsultan pengawas sebelum pembayaran.

Malahan kalau tidak salah, kata dia, kontraktor pelaksana harus menujukkan sertifikat bahan baja ringan dan tenaga pemasang yang sudah disertifikasi dan harus ada garansi 10 tahun.

“Saya juga secara pribadi sudah menyampaikan kepada para pihak agar hati-hati waspada terhadap bangunan sekolah yang menggunakan atap baja ringan menjelang diberlakukan sistem belajar mengajar tatap muka ketika Covid-19,” paparnya.

Menurutnya, semua pengusaha konstruksi Ciamis yang bergerak di bidang bangunan gedung sudah memiliki semua persyaratan tentang atap baja ringan. “Kalau tidak memiliki persyaratan tersebut maka tidak akan lulus tendernya,” ujarnya.

Dia menyampaikan yang harus dipikirkan adalah keselamatan warga sekolah yaitu tenaga pendidik dan siswa. Terutama bagi bangunan atap baja ringan yang sudah berusia di atas 10 tahun.

“Para ahli konstruksi dinas teknis harus hadir sesegera mungkin untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan dan mencari solusinya setelah ada dua contoh bangunan atap baja ringan yang ambruk di RSUD Ciamis, SD di Sukadana dan SD Sindangkasih karena saya khawatir banyak sekolah-sekolah yang atap baja ringannya sudah usia lama sudah mulai rapuh tapi tidak terkontrol dan tidak menjadi perhatian para pihak,” tuturnya mengingatkan. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.