Atasi Penularan Covid-19, Satpol PP Garut Ingatkan 3M

45
0
IMBAU. Anggota Satpol PP Garut memberikan imbauan kepada masyarakat di wilayah perkotaan Garut, kemarin. Yana Taryana / Rakyat Garut

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten Garut terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mengenakan masker dan mencuci tangan atau 3M.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir penularan Covid-19 yang saat ini kasusnya terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Baca juga : 5 Kios di Pasar Guntur Garut Hangus Dilalap si Jago Merah

“Sekarang kita terus melakukan sosialisasi 3M di pusat perkotaan. Mengingat sekarang kasusnya terus meningkat,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Garut Hendra S Gumilar kepada wartawan, Rabu (21/10).

Hendra menerangkan, dalam sosialisasi penerapan protokol kesehatan ini, pihaknya bekerja sama dengan TNI, dan Polri terus memberikan imbauan kepada masyarakat.

“Selain imbauan, pihaknya juga memberi teguran dan tindakan kepada masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker,” katanya.

Menurut dia, sejak bulan Agustus Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan mulai diterapkan. Masyarakat diwajibkan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di ruang publik.

“Masih banyak yang belum sadar menerapkan 3M (menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan). Kami terus lakukan penindakan dan sosialisasi ke warga,” ucapnya.

Meski sudah dilakukan sosialisasi, Hendra mengaku masih banyak masyarakat yang melanggar 3M ketika berada di luar rumah. Tindakan represif masih dilakukan pihaknya untuk menimbulkan kesadaran masyarakat.

“Kami masih melakukan teguran bagi yang melanggar. Perlahan kesadaran untuk memakai masker meningkat. Cuma yang agak sulit itu soal menjaga jarak. Makanya terus kami ingatkan,” ujarnya.

Masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker akan dilakukan pendataan. Lalu diberikan masker yang sudah disediakan pemerintah.

Namun jika selama 14 hari berturut-turut tidak menggunakan masker selama tiga kali, maka petugas akan langsung melakukan denda Rp 100 ribu

“Denda Rp 100 ribu itu tidak langsung diberikan. Tapi kalau orang itu tiga kali melanggar, baru kami kenakan denda,” ujarnya.

Tak hanya tempat usaha, sarana pendidikan dan tempat ibadah bisa dikenakan sanksi jika melanggar protokol kesehatan. Tapi berupa sanksi ringan. Pihaknya berharap, masyarakat lebih sadar terhadap protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita mengatakan, kasus konfirmasi positif di Kabupaten Garut ini setiap harinya ditemukan.

Baca juga : 6 Rumah Warga Malangbong Garut Terbakar, Pemkab & Dewan Lakukan Ini..

Seperti pada Selasa (20/10), kasus positif Covid-19 bertambah 9 orang. Dengan demikian, jumlah kasus positif di Garut ini berjumlah 437 kasus.

Dari jumlah tersebut, 147 orang menjalani isolasi serta perawatan di RSUD dr Slamet, 275 kasus sembuh dan 15 kasus meninggal dunia. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.