Aten Warus Raih Anugerah Budaya

17

CIHIDEUNG – Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) memberikan anugerah budaya kepada seniman Aten Wawan Ruswandi pada pembukaan Festival Putu Wijaya di Gedung Kesenian Tasikmalaya (GKT), Selasa (27/11) malam. Penghargaan diserahkan oleh Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan.

Anugerah budaya tersebut sebagai bentuk apresiasi DKKT kepada seniman-seniman yang tetap fokus di bidangnya hingga saat ini. Dari dekade ke dekade pengaruhnya masih dirasakan anak-anak muda. “Itu salah satu kriteria penerima penghargaan,” ungkap Ketua DKKT Bode Riswandi kepada wartawan di GKT tadi malam.

Aten Warus —panggilan akrab Aten Wawa Ruswandi— mendapatkan Anugerah Budaya lantaran tak pernah berhenti menggerakkan teater di Tasikmalaya. Sentuhan tangan sesepuh teater ini mampu melahirkan tokoh-tokoh teater Tasik dan penulis. Seperti Nazarudin Azhar, Agung S. Nur, Nur Ahmad Rus, Tatang Fahat dan beberapa seniman di Tasikmalaya. “Kiprahnya (Aten Warus, Red) dimulai sejak mengajar di SMIK hingga kini bertransformasi dengan SMKN 3 Tasikmalaya,” jelas Bode.

Walaupun sudah sepuh, terang Bode, Aten tidak hanya melahirkan generasi saja. Tetapi masih berteater dan aktif berkesenian. “Maka berdasarkan pandangan itu, Dewan Kesenian bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya merasa perlu untuk memberikan apresiasi kepada yang bersangkutan,” ujar dia.

Dalam Anugerah Budaya itu, Aten juga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta, piagam dan plakat. “Apresiasi yang diberikan Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya dan pemerintah ini tidak akan sebanding dengan apa yang sudah Pak Aten lakukan. Tapi setidaknya apresiasi ini layak untuk diberikan kepadanya,” terang dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan mengapresiasi DKKT yang memberikan penganugerahan itu. “Karena penganugerahan ini sudah tahun keempat. Itu berarti DKKT ini betul sungguh-sungguh dalam pengembangan kesenian ini,” katanya.

Saat ini pun, terang dia, kesenian di Tasikmalaya semakin hidup. Ini tidak terlepas dari kegigihan para pengurus DKKT dalam mengembangkan kesenian. Apalagi mampu menyelenggarakan Festival dan Anugerah Putu Wijaya berkelas nasional. “Bahkan dalam kegiatan ini banyak dukungannya, dari mulai bordir, Kementerian Pendidikan dan lainnya,” jelas dia. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.