Inkonsistensi Soal Janji dan Hilangnya APBD-P Blunder Terbesar Pemkab Tasik

Atlet Asal Tasikmalaya Minta Bonus Dicairkan

193
0

TASIK – Belum adanya alokasi anggaran untuk bonus peraih medali Porda Jabar 2018 yang diselenggarakan di Kabupaten Bogor direspons para atlet. Mereka mengaku kecewa dan meminta pemerintah untuk segera mencairkan bonus sesuai yang dijanjikan.

“Saya kecewa apabila bonus akan diutang. Padahal kita juga membutuhkan bonus itu untuk keperluan kuliah,” ujar Riri Irawan atlet cabor senam yang sedang menempuh pendidikan di UPI Bandung kepada Radar, Kamis (18/10).

Riri menjelaskan seharusnya pemerintah belajar pada porda sebelumnya yang dilaksanakan di Kabupaten Bekasi. Waktu itu, selang beberapa minggu setelah pelaksanaan, atlet sudah dapat menerima bonus yang dijanjikan. “Jadi kami sangat mengharapkan bonus bisa segera dicairkan,” harapnya.

Pada porda kemarin, Riri berhasil menyabet tiga medali. Satu emas dan dua perak. “Ya kalau bonusnya sesuai dengan yang dijanjikan cukup lumayan untuk menambah uang kuliah,” katanya.

Yayan Supyana, atlet senam lainnya mengaku tidak mempermasalahkan apabila bonus belum langsung dibayarkan. Akan tetapi, harus ada kejelasan kapan waktu pembayaran bonus ini. “Ya tidak apa-apa, tapi harus pasti kapan waktunya dan jangan sampai berlarut-larut,” terangnya.

Atlet cabor aeromodelling, Dhimas Maula Bayu AJi mengaku tidak jadi masalah alokasi bonus diberikan tahun depan. Tapi, yang jadi masalahnya saat ini adalah para atlet sendiri belum tahu besaran bonus yang dijanjikan pemerintah kepada peraih medali. “Kita hanya mendapatkan informasi saat pelepasan kontingen, kalau bonus medali emas Rp 50 juta dan dianggap terlalu kecil serta akan diusahakan Rp 100 juta,” terangnya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya Drs H Saeful Hidayat mengaku memiliki keinginan yang sama dengan para atlet, di mana bonus itu bisa diberikan secepatnya. “Kami juga ingin bonus itu diberikan secepat mungkin. Karena itu merupakan hasil jerih payah para atlet mau pun ofisial dalam meraih prestasi,” ucapnya.

Sampai saat ini, kata dia, sudah ada beberapa atlet yang menanyakan soal kapan pencairan bonus peraih medali. “Ya sudah ada yang menanyakan, tapi kita belum bisa menjawab dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang mempunyai kewenangan dalam mengeluarkan bonus atlet,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dr H Basuki Rahmat MSi menilai pemerintah daerah sudah melakukan blunder dengan tidak adanya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018. Akibatnya banyak yang terkena dampak dengan tidak adanya anggaran perubahan. Diantaranya bonus atlet peraih medali di Porda Jabar harus diutang sampai awal tahun depan.

Kata dia, pemerintah sudah menggemborkan bonus atlet pada pelepasan jelang porda. Itu dilakukan jauh-jauh hari sebelum batas waktu pembahasan anggaran perubahan habis. “Ini menandakan inkonsistensi pemerintah terhadap janji akan memberikan bonus kepada atlet yang berhasil meraih medali. Sementara saat ini alokasi anggarannya tidak ada, karena APBD perubahan terlambat mengajukan dalam pembahasan, walaupun sudah sering diingatkan,” katanya saat dihubungi Radar, Kamis (18/10).

Persoalan ini, kata dia, harus menjadi pelajaran bagi pemerintah soal konsistensi secara ucapan, tindakan dan perbuatan. “Jadi pemerintah itu jangan hanya memiliki keinginan baik namun tidak diikuti dengan tindakan yang baik pula,” jelasnya.

Basuki mengaku kesal dengan tidak adanya APBD-P. Pasalnya bu­kan hanya soal bonus atlet yang terganggu, melainkan pe­la­yanan publik lainnya ikut terkena imbasnya, seperti di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Saya benar-be­nar marah dan kesal atas tidak adanya anggaran perubahan ini. Per­masalahan ini merupakan per­tama sejak kabupaten berdiri dan ini memang kesalahan besar pe­merintah,” kesalnya. (obi/ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.