Berangkat ke Porda di Bogor dengan Bekal Masih Seadanya

Atlet Bulu Tangkis Belum Dibekali dengan Uang Saku

8
SEBELUM BERANGKAT. Para pengurus KONI Garut foto bersama saat pemberangkatan atlet bulu tangkis ke Porda Jawa Barat di Bogor beberapa waktu lalu.

GARUT KOTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut mulai memberangkatkan atlet untuk Porda Jabar 2018 di Bogor.

Atlet bulu tangkis sudah berangkat ke Bogor Jumat lalu. Mereka tanding lebih awal. Namun, para atlet yang membela Kabupaten Garut berangkat ke Bogor belum dapat bekal uang saku.

Koordinator Pengendalian Bidang Anggaran dan Akomodasi Kontingen KONI Kabupaten Garut Drs H Yayat Hidayat MSi mengatakan bulu tangkis merupakan cabor pertama diberangkatkan ke Porda.

“Porda ini memang dibuka tanggal 6 Oktober, tapi ada beberapa cabang olah raga yang sudah mulai dipertandingkan. Diantaranya berkuda, menembak, bulu tangkis, futsal dan wushu,” terangnya kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Minggu (30/9).

Meski sudah memberangkatkan atlet, dia menyayangkan pemerintah yang belum juga mencairkan anggaran untuk akomodasi dan uang saku para atlet.

“Sekarang ini kami memberangkatkan atlet dengan dana seadanya, karena Dispora tidak kunjung memberikan dengan alasan belum dicairkan,” terangnya.

Pembiayaan kontingen Porda, kata dia, seharusnya sudah ada, karena Bupati Garut H Rudy Gunawan sudah berkomitmen akan memberikan anggaran tambahan dari APBD Perubahan sebesar Rp 1,5 miliar. Itu dititipkan ke Dispora.

Anggaran sebesar itu, kata dia, akan dialokasikan untuk biaya hotel, makan minum serta uang saku atlet, pelatih serta panpel sebanyak 500 orang selama pelaksanaan Porda.

“Seharusnya anggaran itu sudah ada, karena Pak Bupati sudah menganggarkan. Kenapa ini tidak ada,” terangnya.

Mengenai penganggaran untuk mengikuti Porda Jabar, kata Yayat, bukan hanya tanggungjawab KONI saja, tetapi tanggungjawab Dispora juga. Hal itu sesuai dengan perencanaan pembagian yang sudah disepakati sebelumnya.

Seperti contoh, kata dia, untuk biaya atribut (t-sirt, polosirt, training pack, tas dan sepatu), biaya bahan bakar kendaraan serta biaya tol dalam dan luar kota semuanya itu ditanggung oleh KONI dengan bersumber bersumber dari sponsor.

“Kalau biaya hotel, makan minum serta uang saku atlet itu dipenuhi oleh Dispora. Bukan kami,” paparnya.

Pelatih bulu tangkis Kabupaten Garut Asep Hidayat Paweka mengaku pasrah dengan kondisi seperti ini. Meski begitu para atlet bulu tangkis tetap berangkat, itu karena demi menjaga nama dan martabat Kabupaten Garut.

“Meski tak dapat uang saku, kami berkomitmen akan berangkat, karena ini merupakan tanggung jawab kami dalam menjaga nama baik Garut,” terangnya.

Asep mengaku timnya berangkat ke Bogor dengan bekal seadanya. Itu hasil swadaya.

“Kami berangkat hanya dibekali atribut dan uang bensin dari KONI. Kalau makan dan hotel sudah ada disiapkan, tapi kan selama kami di sana bukan itu saja yang kami butuhkan,” terangnya.

Kondisi tersebut, membuatnya mempertanyakan keseriusan Pemkab Garut mendukung upaya pengembangan olahraga di Kabupaten Garut.

Padahal, pembangunan dunia olah raga sudah merupakan amanat undang-undang yang wajib dijalankan oleh pemerintah daerah.

“Tapi jika melihat seperti ini kami sangat prihatin,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kuswendi tidak menjawab telepon atau WA yang dikirim Rakyat Garut ke ponselnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.