Atlet Puspahiang Raih Emas di SEA Games

2117
0
ISTIMEWA BERPRESTASI. Muhammad Taufik, pria asal Kecamatan Puspahiang berhasil meraih prestasi terbaik pada SEA Games 2019, Jumat (6/12).

SINGAPARNA – Muhammad Taufik (30), atlet asal Desa Cimanggu Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya berhasil meraih medali emas dan perunggu pada cabang olahraga (cabor) triathlon dan modern pentathlon pada SEA Games 2019.

Triathlon merupakan cabang olahraga yang menggabungkan tiga perlombaan yakni renang, balap sepeda dan lari. Sedangkan modern pentathlon gabungan olahraga anggar, renang gaya bebas, berkuda palang rintang dan pertandingan gabungan olahraga menembak serta lari lintas alam.

“Alhamdulillah saya baru saja mempersembahkan dua medali, emas dan perunggu dalam perhelatan SEA Games 2019. Emas dari cabor pentathloni dan perunggu triathlon,” ujarnya Muhammad Taufik kepada Radar melalui sambungan teleponnya, Jumat (6/12).

Taufik mengaku bersyukur bisa meraih medali emas dan perunggu di ajang SEA Games kali ini. Raihan ini diharapkan bisa membanggakan Indonesia dan seluruh keluarga di kampung halaman. “Saya persembahkan medali ini untuk ibu, bapak, tante yang merawat saya di kampung halaman. Ini merupakan yang pertama kalinya mengikuti SEA Games, walaupun pada Asean Games 2018 lalu ia ikut namun hanya dijadikan cadangan,” katanya.

Taufik menceritakan awal mulai bisa menggeluti cabang olahraga ini. Selama ini dia tinggal bersama kerabatnya hidup di kampung dan jauh dari orang tua yang bekerja menjadi TKI di Arab Saudi. “Saya sengaja menggeluti olahraga ini hingga berprestasi, karena termotivasi ingin bertemu dengan orang tua yang bekerja di Arab Saudi. Walaupun, ia kecewa karena tidak bisa melihat ibu kandungnya lagi walau untuk terakhir kali. Ibu saya wafat di Arab Saudi pada 2017. Sementara ayah saya belum kembali hingga saat ini,” ucapnya.


Taufik mengaku tidak mengharapkan apapun atas prestasi yang sudah diraihnya. Dia hanya ingin bertemu dengan orang tuanya yang didambakan sejak kecil. “Motivasi saya menggeluti olahraga dan ikut lomba supaya jadi jalan saya bertemu ibu dan bapak saya. Tapi takdir berkata lain, ibu meninggal karena sakit. Saya harap dua medali ini jadi kado keinginan saya yang belum tercapai untuk bertemu dengan ayah saya,” harapnya.

Raih prestasi ini pun dipersembahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dia mengajak kepada semuanya untuk selalu melestarikan olahraga yang merupakan ciri khas dari masyarakat.

“Jika masyarakat jarang olahraga pasti daerah itu juga akan tertinggal. Karena bergerak olahraga untuk dirinya sendiri pun tidak mau, bagaimana mau menggerakan daerahnya,” ujarnya.

Sebelum berprestasi di ajang SEA Games 2019, Taufik juga telah mengukir prestasi lain. Di antaranya Singapore Triathlon 2011 No 4, Hongkong Triathlon 2016 No 4, Filipina Triathlon 2017 No 5, Asean Games 2018, Porda Jabar  2006, 2010 dan 2014. Untuk nasional, Kejurnas Pa­lembang Triathlon No 2 2015, Bali Triathlon 2017 No 2.

“Insan olahraga tidak butuh harta jabatan, melainkan berilah wadah agar dia bisa mengajak masyarakat untuk bergerak bersama-sama. Karena itu adalah penghargaan yang sesungguhnya bagi para pahlawan olahraga. Dan saya harap agar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya lebih merespons bibit unggul olahraga di daerah,” harapnya. (obi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.