Australia Larang Naik Lion Air

15

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada Senin (29/10) lalu di Tanjung Kerawang, Jawa Barat berbuntut panjang. Selain ancaman pencabutan izin, pemerintah Australia juga melarang warganya di Indonesia T menggunakan pesawat Lion Air sebagai transportasi udara.

Pelarangan itu dilayangkan oleh Pe­merintah Australia usai mengetahui kejadian jatuhnya pesawat Lion Air akibat kelalai­­­an pe­­ng­awasan dari pihak maskapai.

Menanggapi peringatan Pemerintah Australia itu, Anggota Komisi I DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris mengatakan pelarangan itu adalah bagian dari hak setiap institusi. Tetapi juga perusahan swasta kepada warga dan pegawainya.

Karena, kejadian kecelakaan pesawat Lion Air itu membuat publik merasa ragu dengan sistem keamanan yang diterapkan Lion Air. Tak hanya itu, penjelasan konkrit dari Lion Air juga belum disampaikan terkait kecelakaan yang menewaskan 189 orang itu.

“Saya rasa pasti itu hak dari semua institusi. Bukan saja Pemerintah tapi juga perusahaan swasta pun pasti punya standar keamanan untuk pekerjanya. Karena kejadian kecelakaan kemarin banyak pihak yang meragukan keselamatan dari Lion sendiri. Saya rasa sampai sekarang juga belum ada kejelasan penyebab kecelakaan tersebut. Jadi saya rasa wajar apabila ada institusi, apalagi Pemerintahan asing yang ingin memastikan agar pekerjanya bisa diberikan keselamatan yang semaksimal mungkin,” kata Charles Honoris kepada wartawan usai diskusi public di Ruang Pressroom DPR-RI, Kamis (1/11).

Untuk kepercayaan publik terhadap penerbangan Indonesia pasca insiden jatuhnya pesawat Lion Air ini, Charles menyarankan agar Kementerian Perhubungan menjelaskan hasil investigasi yang dilakukan atas kecelakaan tersebut. Karena, hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, apakah human error atau maintance yang kurang baik.

“Tentu saja, nantinya yang bisa jawab masalah ini adalah Kementerian Perhubungan dari hasil investigasi kecelakaan seperti apa,” ucap Charles.

Dia melanjutkan Indonesia tak perlu bereaksi atas imbauan Pemerintah Australia yang menyarankan warganya menggunakan pesawat Lion Air. Karena imbauan itu difokuskan pada jenis pesawat, bukan pada seluruh maskapai penerbangan yang ada di Indonesia.

“Tetapi spesifik menyebut maskapai swasta. Jadi saya rasa wajar saja kalau ada pihak yang saat ini tidak nyaman mengggunakan Lion Air,” jelasnya.

Sementara itu, Basarnas, dan TNI/Polri sudah menemukan kotak hitam pesawat Lion Air di perairan Kerawang pada, Rabu (31/10). Dalam kecelakaan itu, semua penumpang, pilot-kopilot dan awak kabin pesawat dipastikan meninggal dunia. Tim penyelamat juga masih melakukan pencarian kepada korban-korban kecelakaan yang belum ditemukan.

Badan Pesawat Ditemukan

Tim SAR dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) menemukan  bagian badan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11). Beberapa bagian diketahui hancur.

“Di bawah itu ketemu body pesawat. Tapi sudah hancur. Dia kaya jeruk, kebuka begitu,” kata Kepala Dislambair Kolonel Monang Sitompul di atas Kapal LCU-1 KRI Banda Aceh-593 yang berlayar di Perairan Kawarang, Laut Jawa, Jawa Barat, Kamis (1/10).

Monang menjelaskan kondisi badan pesawat sudah hancur dan berhamburan di dasar laut. Meski hancur dan berhamburan, posisinya memanjang sekitar 20 meter.

dia menggambarkan puing-puing di bawah laut tersebut seperti rumah yang terkena bom. “Sekarang penyelam mau mengangkat yang bisa diangkat. Jadi kecil-kecil dia. Seperti rumah kena bom begitu, hancur. Bentuknya (serpihan) pesawat 20 meter lebih,” jelas Monang.

Menurutnya, sejak pukul 09.00 hingga pukul 11.00, penyelaman di area pencarian terus dilakukan. Para penyelam mulai mengambil puing pesawat itu sekitar pukul 10.25 WIB.

Tak lama setelah dua orang penyelam turun, mereka kembali lagi ke permukaan dan meminta tali yang mereka bawa sebelumnya untuk diangkat. Setelah ditarik, terlihat potongan-potongan pesawat yang salah satu bagiannya terdapat satu buah pakaian yang menempel.

“Bagian pesawat tersebut berwarna kuning dan putih. Kondisinya hancur dan berlekuk-lekuk,” pungkasnya. (rba/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.