Awak Angkum di Tasik Mulai Kesulitan

260
0

INDIHIANG – Awak angkutan umum merasakan dampak dari wabah Covid-19. Penumpang jauh lebih sedikit ketimbang saat normal.

Salah seorang sopir Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) Samsuri (45) mengatakan penurunan jumlah penumpang terasa semenjak akhir Maret lalu. ”Penumpang sangat sedikit, karena sebagian wilayah sudah ada pembatasan sosial, masyarakat yang bepergian juga tidak ada,” ucapnya kepada Radar Senin (20/4).

Baca juga : Latih Berpikir Kritis di Genius Crew MAN 1 Tasikmalaya

Dia sangat pesimistis akan ada peningkatan calon penumpang menjelang Ramadan dan Lebaran, karena mudik sangat dibatasi.

”Enggak ada mudik jadi enggak ada tumpangan, kami sangat pesimis,” jelasnya.

Senada dengan Samsuri, salah seorang sopir angkot 05 Hendra Setiawan (30) juga sangat mengeluhkan penurunan penumpang. ”Kalau penumpang sih tetap ada, tapi jumlahnya sangat sedikit, apalagi sekarang kan jumlah dan jarak penumpang di dalam angkot dibatasi,” tuturnya.

Pengurus Terminal Tipe A Ujang mengatakan mobil angkutan yang melakukan keberangkatan dari terminal termegah di Priangan Timur itu kini sudah menurun drastis. Biasanya berangkat setiap 15 menit, kini setiap 2 jam saja. ”Sangat parah memang, terminal ini dulunya juga sudah sepi, sekarang tambah sepi,” ucapnya.

Bahkan, kata dia, ada beberapa bus, seperti Jurusan Cirebon, yang ngetem hingga 3 jam lamanya. Itu saking sepinya penumpang. ”Biasanya juga hanya 5 menitan. Sekarang jadi lebih lama lagi,” ucapnya.

Jangankan di dalam terminal, di luar terminal saja saat ini jumlah penumpang juga sangat menurun drastis. ”Biasanya penumpang memilih naik di depan terminal ketimbang di dalam, tapi bisa dilihat sekarang sangat lengang,” ucapnya.

Baca juga : Pemkot Tasik Siapkan Opsi PSBB Covid-19

Menurut dia, bahkan ada salah satu bus yang kini sudah tidak lagi melakukan penarikan penumpang.” Iya ada yang sudah tidak beroperasi sejak lama,” ujarnya. (den)

Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya

SEPI PENUMPANG. Sejumlah bus keluar dari terminal Tipe A Indihiang Senin (20/4).

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.