Awak Angkutan Ikut Andil dalam Upaya P4GN

36

CIAMIS – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) / Abdiyasa Teladan, sebagai bentuk penghargaan kepada profesi pengemudi kendaraan angkutan penumpang.

Kegiatan digelar di Aula Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Jl. Otto Iskandardinata Lingkar Selatan- Benteng Ciamis, Senin (8/4/2019).

Sebanyak 15 orang peserta yang hadir merupakan perwakilan dari pengemudi Angkutan Kota (Angkot), pengemudi Angkutan Pedesaan (Angdes) dan Pengemudi Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Menurut Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis, Dede Hendra Sulaeman, S.IP., tujuan kegiatan ini, pertama untuk merubah pola pikir dan sudut pandang tentang diri dan profesinya awak angkutan umum.

Sehingga mendorong awak angkutan lebih percaya diri dan merasa dihargai. “Dengan demikian dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan diri, keselamatan penumapang dan pemakai jalan lain,” ujarnya.

Kedua untuk mewujudkan menurunnya jumlah pelanggaran lalu lintas, kejadian kecelakaan dan tingkat fatalitas akibat kecelakaan terutama yang disebabkan oleh faktor pengemudi.

Ketiga, untuk mendorong peningkatan kualitas dan kompetensi pengemudi angkutan umum dalam profesi yang digelutinya sebelum terpilih menjadi Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT).

“Para peserta diberikan pengarahan, pembekalan dan pembinaan dari sejumlah pemateri yang salah satunya dari BNN, untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait dengan bahaya narkoba. Sehingga peserta yang mengikuti pemilihan awak kendaraan ini benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba,” tegas Dede.

Sementara narasumber pertama dari BNNK Ciamis, Rachman Haerudin, S.Sos., memaparkan materi dengan judul Peranserta Awak Kendaraan Umum dalam Menyikapi Darurat narkoba di Indonesia.

Saat ini, kata Rahman, penyalahgunaan narkoba sudah semakin mengkhawatirkan, apalagi Presiden Republik Indonesia mengatakan “Indonesia Darurat Narkoba”, sebab kejahatan atau penyalahgunaan narkoba akan berdampak lebih dahsyat terhadap kehidupan manusia jika dibandingkan dengan perbuatan kejahatan lainnya yang sama-sama merugikan bangsa dan negara.

Rachman menjelaskan mengenai apa itu narkoba, jenis narkoba dan sanksi hukum yang diberikan kepada penyalahguna narkoba.

Rachman berharap Awak Kendaraan dapat menyampaikan kembali informasi tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Selaku awak kendaraan umum, menurut Rachman harus bersih dari narkoba dan bisa menciptakan lingkungan kendaraan yang bersih dari narkoba, serta melaporkan kepada penegak hukum (BNN/ Kepolisian), jika terjadi tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di kendaraan.

Rachman menghimbau, peran serta Awak Kendaraan dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sangat diperlukan, karena BNN tidak bisa bergerak sendiri dalam menangani permasalahan narkoba ini.

“BNN siap bersinergi dengan pihak mana pun juga termasuk Awak Kendaraan untuk mengatasi permasalahan narkoba ini,” ujar Rachman.

Narasumber kedua dari BNNK Ciamis, Nike Kus Setiyawati dengan judul materi faktor-faktor resiko Penyalahgunan Narkoba.

Kata Nike, faktor penyebab seseorang menyalahgunakan narkoba adalah;

Satu faktor individu: Ada keinginan untuk mencoba, untuk senang-senang, tidak mampu untuk mengambil keputusan.

Kedua, faktor lingkungan: seperti adanya iming-iming rayuan untuk menyalahgunakan narkoba, adanya kurang komunikasi dengan keluarga,dan

Ketiga, faktor Zat: bagi pecandu yang sudah ketagihan pikirannya hanya tertuju pada narkoba.

“Peredaran narkotika tidak hanya di kota besar saja namun sampai ke kota kecil, bahkan hingga ke pelosok desa. Oleh sebab itu perlu adanya upaya penanggulangan maksimal dan terpadu untuk menekan jumlah penyalahgunaan,” pungkas Nike. (anshari)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.