AWAS COVID-19! di Kota Tasik Sudah Ada 41 kasus Klaster Keluarga di Semua Kelurahan

1643
0
radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Pandemi Covid-19 di Kota Tasikmalaya kini memasuki babak baru.

Saat ini pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasik mewaspadai munculnya klaster keluarga secara sporadis.

Ya, saat ini telah bermunculan kluster yang sporadis dalam jumlah pasien terkonfirmasi sedikit demi sedikit. Itu adalah kluster keluarga. Hingga Sabtu (07/11) siang, Dinkes mencata telah terjadi 41 kasus klaster keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat mengatakan, pada awal November ini pihaknya mencatat sebenarnya penambahan kasus positif cenderung menurun.

Hal itu terjadi karena dibandingkan dengan bulan Oktober yang satu harinya bisa mencapai 20 kasus.

Bahkan kluster pesantren sempat mencapai 100 kasus lebih. Namun kini telah berangsur sehat.

“Sekarang Alhamdulillah beberapa kluster sudah selesai, dan penambahan kasus positif di bawah 15 kasus,” katanya kepada wartawan, Sabtu (07/11) siang.

Terang dia, penurunan kasus tersebut harus bisa dipertahankan. Termasuk laju penyebarannya. Sampai saat ini secara akumulasi total jumlah kasus positif 448 kasus dengan kasus aktif 105 orang.

“Untuk kasus yang aktif itu masih dalam perawatan. Rinciannya 16 kasus dari simptomatik dan 89 dari asimptomatik,” terang Uus.

Meski demikian, hingga siang ini belum ada kasus klaster baru. Namun yang paling diwaspadai pihaknya yakni mulai munculnya kluster keluarga secara sporadis.

Kluster keluarga ini sudah banyak ditemukan pihaknya merata hampir di seluruh kelurahan Kota Tasik.

“Ini yang penting makanya kita terus menggunakan penerapan 3M ini sangat penting dalam pencegahan kluster keluarga,” terangnya.

Dia menambahkan, dalam pencegahan kluster keluarga ini, tidak hanya 3M saja yang harus dilakukan, juga harus lebih memperhatikan Langkah setelah pulang berpergian seperti bekerja.

“Ketika pulang ke rumah jangan berinteraksi terlebih dahulu. Melainkan harus bersihkan badan, sebelum berinteraksi dengan keluarga. Karena itu salah satu upaya pencegahan Covid-19 di tingkat keluarga,” tambahnya.

Jelas Uus, sampai saat ini pihaknya telah mencatat ada 41 kasus kluster keluarga. Dari 41 kasus tersebut kemungkinan yang terpapar bisa banyak.

Menurut dia, penyebaran Covid-19 melalui kluster keluarga ini lonjakan kasusnya akan lebih cepat karena dalam satu rumah itu ada 2 orang sampai lebih dari 4 orang.

“Yang kami kahwatirkan itu dalan dalam satu rumah itu ada keluarganya memiliki riwayat penyakit dan usia beresiko. Makanya itu saat ini yang harus kita waspadai,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.