Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.5%

19.8%

7.7%

69%

AWAS..! Denda Tak Pake Masker di Kota Tasik Berlaku 10 Agustus

192
0

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya telah menuangkan kebijakan sanksi denda bagi masyarakat yang tak memakai masker sejak 10 Agustus 2020.

Namun, sanksi itu belum diberlakukan sepenuhnya. Saat ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Tasikmalaya masih melakukan sosialisasi terkait sanksi denda tersebut.

Kabidtrantibum Satpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah mengatakan, selama sepekan ini pihaknya masih dalam melakukan sosialisasi terkait aturan itu ke masyarakat.

Dengan begitu, masyarakat paham dan tidak kaget jika penerapan sanksi denda diberlakukan.

“Sanksi denda ini akan mulai efektif Senin (10/08) depan. Mudah-mudahan dengan sosialisasi yang baik kan tidak perlu ada denda,” katanya kepada wartawan, Kamis (06/08) sore.

Terang dia, tujuan penerapan sanksi itu bukan untuk mencari pendapatan asli daerah (PAD).

Ia menegaskan, tujuan aturan itu diberlakukan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan, khususnya masker.

Yogi menjabarkan, penerapan sanksi ini akan difokuskan di pusat Kota Tasikmalaya. Namun, pihaknya tetap akan melakukan patroli keliling.

Ketika ada masyarakat yang tidak pakai masker, petugas tentu akan memberikan sanksi. “Intinya aturan ini berlaku di seluruh wilayah,” bebernya.

Ia menjelaskan, teknis pemberian sanksi denda akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pertama, masyarakat yang tak mengenakan masker akan mendapatkan pilihan sanksi.

Jika pelanggar tak bisa membayar dan tak bisa kerja sosial, petugas hanya akan memberikan teguran.

“Kalau pelanggar bisa kerja, akan dikenakan sanksi sosial. Kalau dia mau bayar, kena sanksi denda. Namun kita akan buat database juga, kalau orang sama melakukan pelanggaran lagi akan didenda,” jelasnya.

Berdasarkan pemantauan Satpol PP di lapangan, pada dasarnya masyarakat telah sadar untuk membawa masker.

Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang tak menggunakan masker dengan benar.

Dalam arti, manurut dia, banyak masyarakat yang hanya menyangkutkan masker di leher dan tidak digunakan untuk menutup mulut dan hidung.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.