AWAS..! Hari Ini Warga Kota Tasik Tak Pake Masker Didenda 50 Ribu

79
0

CIHIDEUNG – Tim lapangan Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya mulai hari ini, (10/8) secara efektif menerapkan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan. Khususnya masyarakat yang beraktivitas di area publik tanpa menggunakan masker.

Kepala Bidang Trantibum dan Tranmas Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah menjelaskan usai tim melaksanakan apel gabungan di Makodim.

Baca juga : Warga Salawu Maling Hape di Masjid Agung Kota Tasik

Berpatroli ke sejumlah titik untuk menerapkan sanksi tegas terhadap pelanggar.

“Intinya yang berada di ruang publik, baik pejalan mau pun pemotor akan dilakukan penindakan,” ujarnya kepada Radar, Minggu (9/8).

Menurutnya, penerapan sanksi bakal difokuskan di sejumlah titik fasilitas umum dan pusat kota. Dengan mengerahkan tim gugus tugas dan patroli. Namun, pada dasarnya aturan itu berlaku di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya.

“Jadi keluar rumah pun harus menggunakan masker. Apalagi berada di fasilitas umum, sesuai Perwalkot Nomor 29 Tahun 2020 tentang Perubahan dari Perwalkot 24 tentang Protokol Kesehatan,” tuturnya memaparkan.

Selama satu pekan terakhir, kata Yogi, di masa sosialisasi aturan tersebut. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah cenderung sudah tertib.

“Di masa sosialisasi selama seminggu awal Agustus, masyarakat relatif disiplin dengan menggunakan masker di tempat-tempat keramaian,” kata Yogi.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi berharap masyarakat memahami upaya Pemkot menerapkan hal itu supaya mendisiplinkan masyarakat. Bukan berorientasi terhadap capaian pendapatan, lewat denda Rp 50 ribu.

“Nah, maka dari itu sosialisasinya harus benar-benar masif dan dipahami publik. Spiritnya kan untuk kedisiplinan warga melindungi diri dan orang di sekitarnya dari risiko paparan corona,” ucap Muslim.

Baca juga : Geng Motor Bentrok dengan Warga Cihideung Balong Kota Tasik, 1 Motor Ditinggalkan

Ia mengatakan ketika sosialisasi sudah berjalan baik, otomatis penerapan aturan pun berjalan efektif. Sehingga, masyarakat bisa menerima dan memahami, apalagi sampai muncul kesadaran pribadi.

“Lebih bagus lagi kalau sampai kesadaran kolektif muncul. Maka kita dorong pola-pola sosialisasinya secara edukatif kemudian dalam menegaskan aturannya harus mengedepankan rasa humanis,” harap ia. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.