Awas Jangan Salah Pilih

242
0
Aslim SH

Hasil Seleksi Tiga Besar Sudah Terprediksi
CIHIDEUNG – Diumumkannya 15 nama calon Kepala Dinas (Kadis) dan Sekda Kota Tasikmalaya mendapat tanggapan beragam dari wakil rakyat di gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Sebagai representasi masyarakat mereka pun memiliki kriteria dan penilaian pribadi terhadap masing-masing peserta yang lolos tiga besar tersebut.
Mengingat di tengah proses seleksi jabatan dinamika berupa isu miring kerap menerpa panitia seleksi (pansel). Mulai dari calon kadis yang dijagokan, jual beli kursi dan lain sebagainya. “Saya tidak terkejut melihat hasilnya. Karena sudah terprediksi. Sebab secara pribadi saya bisa menilai siapa saja yang bakal terpilih,” ujar Ketua Fraksi Kebangkitan Bulan Bintang DPRD Kota Tasikmalaya Ichwan Saffa saat menghubungi Radar, kemarin (3/11).
Dari peserta yang mencalonkan pun, kata dia, sudah terlihat siapa saja yang cocok menempati kekosongan di empat dinas. Seperti pada Dinas Satpol PP dan Damkar terdapat Kabag Perundang-Undangan Setda Kota Tasikmalaya Hanafi yang dinilai sudah mumpuni dalam memahami undang-undang serta memiliki argumen kuat dalam setiap pembahasan yang dilakukan bersama DPRD. “Kan cocok itu, teorinya sudah bagus tinggal diaplikasikan saat menduduki Kadis Satpol PP. Sama halnya dengan Budy Rachman bicaranya sudah bagus tinggal dicoba melakukan penegakan perda seperti apa,” tuturnya.
Sementara dinas lain, Ichwan mengatakan sudah terlihat juga yang berpotensi seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Namun ketika ditanya lebih detail, dirinya enggan berkomentar. “Melihat sumber daya yang ada, tiga besar di tiap dinas itu sudah memiliki kompetensi. Tinggal wali kota menentukan yang terbaik dari yang terbaik,” terangnya.
Berbeda dengan Ichwan, Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan DPRD Kota Tasikmalaya H Ramdani Munim nampak enggan berkomentar terkait peserta yang digadang-gadang lolos, ternyata masuk dalam tiga besar. “Ya namanya prediksi boleh-boleh saja, siapapun berhak. Namun kami tidak mau ber-suudzon dan percaya bahwa hasil seleksi ini merupakan kinerja terbaik pansel,” ungkapnya.
Adapun rumor yang berkembang ditengah proses seleksi, kata dia, merupakan dinamika suatu proses. Dia pun mengaku tidak mau berkomentar siapa saja yang layak dari tiga terbaik untuk mengisi pos-pos di empat dinas. “Siapapun nanti tergantung kepala daerah. Walaupun kami melakukan penilaian tentu tidak berdasar. Berbeda dengan pansel yang sudah menguji mulai dari kriteria, kompetensi dan lainnya. Kalau sebatas beranggapan, untuk apa ada open bidding,” kilahnya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya Aslim SH menambahkan sejauh ini pansel sudah menjalankan tugas dengan profesional dan normatif. Sehingga dia meyakini tiga terbaik di masing-masing dinas merupakan hasil objektif sesuai kemampuan peserta. Dia berpesan agar wali kota memilih secara selektif jangan sampai salah pilih malah mengundang masalah. “Pak wali harus hati-hati agar ketika mereka menempati posisi tersebut sesuai dengan ekspetasi masyarakat,” jelas dia.
Disinggung soal penilaian pribadi terhadap para calon kadis? Aslim mengaku enggan berkomentar ke ranah tersebut. Meskipun, dirinya mengakui nama-nama yang beredar untuk mengisi posisi sekda dan kadis di empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah beredar sejak jauh-jauh hari. “Kurang elok sebetulnya karena bukan kewenangan. Meskipun kita lihat buktinya. Siapa yang diduga-duga, ternyata muncul. Yang jelas minggu depan kita jadwalkan rapat dengan pansel untuk mengevaluasi seleksi ini,” pungkasnya.(igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.