AWAS! Kluster Keluarga Mengancam, Covid-19 di Kota Tasik Bertambah 8

1460
0

KOTA TASIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya mencatat 8 penambahan kasus Covid-19 dalam satu hari terakhir.

Penambahan kasus hingga Minggu (1/11) sore, didominasi berasal dari klaster keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat mengatakan, dari 8 kasus tambahan, 5 orang berasal dari klaster keluarga.

Sementara itu 1 orang merupakan pelaku perjalanan dan dua orang kasus hasil penelusuran (tracing) tim survailans.

“Mangkanya kita selalu sampaikan kalau protokol kesehatan itu penting, tidak hanya di tempat publik, tapi juga di dalam rumah,” katanya kepada wartawan, Minggu (01/11).

Uus menerangkan, setiap orang yang habis berpergian keluar rumah, harus selalu membersihkan diri dulu sebelum masuk kembali ke rumah.

Ia mencontohkan, masker yang habis dipakai harus langsung dibuang atau dibersihkan di luar rumah, setelah itu cuci tangan, baru kembali berinteraksi dengan anggota keluarga.

Menurut dia, kebiasaan itu harus mulai menjadi budaya baru. Sebab, Covid-19 tak bisa dilihat secara kasatmata.

“Kalau dulu dulu kan protokol kesehatan hanya di luar rumah. Sekarang pulang ke rumah, bersihkan diri dulu baru berinteraksi,” bebernya.

Uus menambahkan, masker yang telah dipakai juga tak boleh dibuang sembarangan.

Artinya, masker sebaiknya dipisahkan dengan sampah lain. Sebab, dikhawatirkan masker itu menyimpan sisa droplet.

“Kalau dia positif, masih ada sisanya di situ sampai beberapa waktu dan berpotensi juga menularkan. Yang penting jangan buang (masker) sembarangan,” tambahnya.

karena masih tingginya penambahan kasus Covid-19 dari klaster keluarga, menurut Uus, hal itu disebabkan masih rendahnya penerapan protokol kesehatan di dalam rumah.

Selain itu, ia menambahkan, sejumlah keluarga di Kota Tasikmalaya memiliki kepala keluarga yang disebut weekend husband.

Ia menjelaskan, istihal weekend husband adalah sebutan untuk para suami yang bekerja di luar kota dan hanya pulang ketika akhir pekan.

“Suaminya misal kerja di Bandung atau Jakarta, setiap pekan datang ke Tasik. Itu banyak, apalagi sekarang perjalanan bisnis sudah mulai meningkat,” jelasnya.

Maka, Uus mengimbau, warga yang ingin melakukan perhalanan ke luar kota harus melakukan tes Covid-19, baik tes swab atau rapid test.

Kalaupun tak bisa melakukan tes, setelah sampai di rumag harus karantina dan tak melakukan interaksi langsung dengan keluarganya.

Berdasarkan data Dinkes hingga Minggu (01/11), total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tasik berjumlah 428 kasus.

Sebanyak 310 orang telah dinyatakan sembuh, 102 orang masig dalam perawatan, dan 16 orang meninggal dunia.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.