AWAS! Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Pemkot Lakukan Ini..

185
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

BANDUNGKasus Covid-19 yang terus meningkat, membuat Kota Bandung naik status dari zona oranye menjadi zona merah, atau risiko tinggi level kewaspadaan.

Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna mengungkapkan, ada berbagai langkah yang akan dilakukan Pemkot Bandung.

Sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema telah menginstruksikan penyemprotan desinfektan di seluruh jalan jalan protokol, 3 kali dalam satu minggu.

Selain itu, terus melakukan razia masker, memberlakukan denda/sanksi bagi masyarakat yang melanggar (sesuai peraturan).

Satpol PP, kata dia diminta terus melakukan woro-woro untuk mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan bagi warga masyarakat, terutama pada tempat-tempat potensi keramaian.

Loading...

Serta membubarkan setiap potensi kerumunan serta penyiapan petugas pada tempat-tempat publik, seperti Alun alun, taman, dan jalur-ruas jalan yang potensi terjadi kerumunan.

Selain itu juga melakukan penertiban/penutupan Jalan Dipati Ukur saat malam hari serta penertiban PKL di lokasi setempat, dengan maksimal aktifitas hingga pukul 21.00 Wib.

Pengamanan pada ruas jalan yang berpotensi terjadi kemacetan juga mesti terus Dishub lakukan.

“Sekaligus melakukan razia/penertiban kepada para sopir/ penumpang ( baik kendaraan umum maupun pribadi ) yang tidak bermasker dan tidak menjaga jarak,” ungkap Ema dalam keterangannya, Selasa (1/12/2020).

“Zona merah, idealnya kendaraan kapasitas 30%,” timpalnya.

Selain itu, kemungkinan Pemkot melalui Dishub dan Kepolisian, melakukan blocking sejumlah ruas jalan dan pemberlakuan tutup jalan saat malam hari hingga pagi, serta penjagaan pada wilayah perbatasan.

“Lakukan simulasi dengan jajaran kepolisian, sebagai bahan masukan pertimbangan untuk wali kota kaitan penempatan check point,” ucapnya.

Evaluasi secara objektif terhadap kegiatan pada pusat perdagangan dan toko-toko modern/toko individu kaitan penerapan protokol kesehatan, kata Ema juga perlu dilakukan, baik terhadap penjaga toko atau pembeli, serta evaluasi jam operasional.

“Dengan status zona merah, maka kapasitas ruang usaha maksimal 30% dan jam operasional hingga pukul 18.00,” ungkapnya.

Selain itu, melakukan evaluasi terhadap tempat-tempat hiburan, bilyard, hotel, resto-cafe terhadap disiplin protokol kesehatan (penjaga dan pengunjung). Serta evaluasi kapasitas ruang usaha serta jam operasional.

Khusus resto-cafe akan kembali dievaluasi kaitan kebijakan dine-in, dimana zona merah idealnya dipertimbangkan take away dan jam operasional sampai pukul 19.00 Wib.

Sedangkan untuk antisipasi tibanya libur panjang, mengingat status zona merah ini, maka okupansi hotel dipertimbangkan maksimal 50% dengan disiplin protokol kesehatan ketat.

“Terutama tamu hotel sangat potensial  OTG dari zona merah,” imbuhnya.

Instruksi ini bakal diperkuat dalam gelaran rapat terbatas (Ratas).

Ema katakan, naiknya Kota Bandung ke zona merah berdasarkan skor zona dari pemerintah pusat, dengan berada pada angka 1,60.

Kemudian skor 1,81-2,40 masuk dalam zona oranye dan skor 2,41-3,0 zona kuning serta diatas itu, zona hijau.

Data Pusat data informasi Pusicov Kota Bandung, Senin 30 November 2020 jumlah kasus kumulatif mencapai 3.560 orang, sembuh 2.688 dan meninggal dunia 113 orang.

Sedangkan untuk pasien positif aktif 759 orang, bertambah 106 orang dari hari sebelumnya. (radar Bandung)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.