Awas Memori Buruk 2015-2016 Terulang

202
0
Tony Gentile / REUTERS FANTASTIS. Pemain Napoli Lorenzo Insigne bersalaman dengan pelatih Maurizio Sarri.

CROTONE – Musim ini adalah musim ketiga allenatore Maurizio Sarri di Napoli. Dan pada musim perdananya, 2015-2016 lalu, Sarri nyaris memutus kerinduan Napoletano akan gelar scudetto setelah paceklik 26 tahun. Sayang, mimpi itu dipupuskan Juventus.
Musim itu, Napoli tampil sebagai campione d’inverno alias kampiun paro musim dengan poin 41. Juventus menguntit Partemopei dengan poin 39 di posisi runner-up. Namun giornata ke-25 mengaburkan dan mengubur mimpi Sarri juga Napoli. Napoli kalah 0-1 oleh Juventus (13/2/2016), melorot ke posisi dua, dan tak pernah menyalip Juventus. Tak heran ketika kemarin (30/12) Napoli menang 1-0 atas Crotone di Stadion Ezio Scida, memastikan status campione d’inverno 2017-2018, serta tak terkalahkan di laga tandang sepanjang tahun, Sarri memilih tak terlalu mabuk kepayang. “Statistik tidaklah berguna. Kami memiliki 96 poin dari dua musim yang berbeda, jadi kami punya (hitungan) perbandingan yang salah,” kata Sarri kepada Mediaset Premium kemarin.
Pujian setinggi langit memang diberikan kepada Napoli dan Sarri yang tak kalah dalam 20 laga tandang di Serie A sepanjang 2017 ini. Hanya Chievo (5/11) dan Sassuolo (23/4) yang bisa membendung Napoli di kandang mereka. Sedangkan pada 18 laga tandang lainnya, semua bisa ditaklukkan Napoli. “Sejauh ini merupakan hasil yang bagus dimana musim ini kami mencapai (fase grup) Liga Champions sangatlah penting. Jadi punya 48 poin di pertengahan jalan musim ini memberikan kami harapan (juara),” ucap bekas allenatore Empoli tersebut.
Nah, pada laga kemarin kapten Napoli Marek Hamsik menjadi pahlawan buat Partenopei berkat golnya di menit ke-17. Dengan gol kemarin maka Hamsik mengemas empat gol musim ini. Meski meraup tiga poin akan tetapi Sarri tetap menuai kritik. Trisula MLM (Dries Mertens-Lorenzo Insigne-Jose Maria Callejon) terlalu dieksploitasi. Ketiganya dimainkan bareng ke-26 kalinya di semua ajang musim ini dari kemungkinan maksimal 28 laga. “Dengan Arkadiusz Milik masih cedera, saya tak pernah berpikiran untuk mengistirahatkan Dries Mertens. Meski saya punya dua striker yang bisa bermain, saya hanya akan mengistirahatkan Mertens dalam 4 atau lima laga saja (semusim),” tutur Sarri.
Mertens memang mendapat sorotan karena dalam delapan laga di Serie A tumpul. Terakhir kali pemain 30 tahun menjebol gawang lawan di Serie A terjadi ketika menang 2-1 atas Sassuolo 29 Oktober lalu.
“Mertens harus tetap rileks (meski tidak mencetak gol). Dia menghasilkan tiga assist dalam tiga pertandingan terakhir kami,” ujar Sarri. “Jadi, dia harus mempertahankan apa yang dicapainya sejauh ini dan gol darinya akan datang,” tambah pria berusia 58 tahun tersebut.
Sedangkan gelandang Napoli Allan mengatakan dengan kemenangan kemarin maka Napoli harus optimis bisa meraih scudetto musim ini. Setelah nyaris melakukannya dua musim lalu.
“Musim lalu, kami bagus di paro kedua kemudian musim ini di paro pertama kami juga mencapai hal yang luar biasa. Kami tak boleh berhenti dan kami harus tetap bekerja agar tetap berada di posisi atas,” ucap Allan.
Sementara itu, pada laga kemarin terjadi kontroversi pada menit ke-65 akibat Mertens melakukan handball di area terlarang. Namun wasit Maurizio Mariani bergeming untuk memberikan hadiah penalti kepada Crotone. (dra)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.