AWAS! Mulai 1 Agustus Tak Pake Masker, Warga Kota Tasik Didenda Rp50 Ribu

283
1
H BUDI BUDIMAN

KOTA TASIK – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasik akhirnya memutuskan bakal menerapkan sanksi denda Rp50 ribu untuk warganya yang keluar rumah tak pake masker. Kebijakan ini diberlakukan mulai 1 Agustus 2020.

Hal itu dikatakan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman kepada radartasikmalaya.com, Senin (20/07) pagi.

Kata dia, keputusan tersebut telah dibahas dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tadi malam (19/07) di Ruang Rapat Bale Kota Tasik.

“Kita mulai wajib masker ini pada 1 Agustus. Sanksinya denda Rp50 ribu. Diturunkan nilainya tak sama dengan kebijakan Pemprov Jabar,” ujar Budi yang ditemui radartasikmalaya.com usai pertemuan dengan para ASN Kantor Kemenag.

Terang dia, nilai Rp 50 ribu ini memang tak sama dengan apa yang akan diberlakukan Pemprov Jabar sebesar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.

Karena dalam Pergubnya nanti kebijakan ini dikembalikan dan disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

“Ya di kita Rp50 ribu. Yang penting ada sanksi. Kenapa sanksi ini diberlakukan di Kota Tasik karena untuk mendisiplinkan warga, juga demi menyelamatkan masyarakat,” terangnya.

Sebab, tegas Budi, berdasarkan pantauan pihaknya di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini jika tak ada sanksi warga mulai terlihar banyak tak pakai masker ketika beraktivitas di luar rumah.

“Ini Covid-19 kan berisiko karena menyangkut keselamatan masyarakat. Jadi jangan dilihat denda sanksinya. Kami tak berharap sebenarnya dengan sanksi denda ini dan berharap tak ada yang kena denda ini. Kan selesai asalkan pakai masker saja,” tegasnya.

Dia menambahkan, penerapan sanksi denda ini jangan dikaitkan juga dengan kondisi ekonomi yang sedang sulit karena Covid.

“Justru ini untuk menyelamatkan itu. Biar kita cepat selesai pandemi Covidnya. Kan harus diselesaikan masalah ini jadi harus ada diskresi kebijakan yang memang tak populer,” tambahnya.

Jelas Budi, tujuan akhir dari kebijakan inj adalah agar Kota Tasik segera masuk ke zona hijau. Karena kalau sudah masuk zona hijau maka semua aktivitas kembali normal.

“Kalau sudah normal kan tatanan hidul kembali ke normal juga. Ulah dikana ekonomikeun. Justru kita harus melangkah seperti ini agar ekonomi tak terus seperti saat ini. Jadi masker wajib. Hanya sanksi denda saja dan tak ada sanksi tak pakai masker dibui,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.