Awas Permainan Uang di Pilkades

54
0
JELASKAN. Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani menjelaskan soal dugaan cinta terlarang perangkat desa.

PANGANDARAN – Pragmatisme dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pangandaran diprediksi rentan terjadi. Untuk itu, Pemkab Pangandaran berkomitmen mencegah budaya tersebut di masyarakat.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Dani Hamdani mengatakan untuk pencegahan money politics dalam pelaksanaan Pilkades, para calon akan dimintai tanda tangan atau fakta intergritas. Tujuannya, agar tidak berbuat money politics.

”Surat pernyataan antar bakal calon tersebut akan dibuat panitia, supaya mencegah pelanggaran-pelanggaran selama Pilkades termasuk money politics,” jelasnya kepada Radar, Minggu (11/8).

Menurut dia, termasuk tata tertib pelaksanaan Pilkades juga akan dibuat kesepakatannya di tiap desa. ”Tiap desa juga ada peng­awasnya, tahapan demi ta­hapan akan dilakukan,” terang dia.

Lanjut dia, pelanggaran yang dilakukan oleh calon kades bisa dianulir dari kontestasi atau dibatalkan kepesertaannya. ”Bisa sampai seperti konsekuensinya, aturan tersebut akan disepakati se­cara bersama-sama,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat bisa semakin dewasa saat pelaksanaan Pilkades kali ini, sehingga berjalan sukses dan lancar. ”Kita bisa berkaca pada pelak­sanaan Pemilu kemarin, alham­dulilah berjalan lancar dan kondusif dan kita pun pasti melibat­kan Polri dan TNI,” katanya.

Dani mengata­kan untuk so­sia­li­sasi di tingkat Kabupaten Pangandaran sudah dilaksanakan. ”Pendaftaran bakal calon kemungkinan September nanti,” jelasnya.

Total ada 68 desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak tahun ini, sebagian anggaran diambil lewat APBdes.”Kalau dari Pemda dianggarkan Rp 1,5 miliar,” tuturnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.