AWAS..! Tak Pake Masker, Warga Kota Tasik Dirazia & Denda Rp100 Ribu

3074
3
H BUDI BUDIMAN

KOTA TASIK – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya terus razia warga tak pakai masker, di beberapa wilayah jalan protokol dan lokasi pusat perbelanjaan atau keramaian.

Langkah ini sesuai instruksi Pemprov Jawa Barat yang berlakukan denda Rp 100.000 bagi warga yang kedapatan terjaring razia dan lalai tak pakai masker.

Peraturan Gubernur (Pergub)-nya telah muncul. “Secara rutin jajaran Gugus Tugas menggunakan sejumlah mobil patroli keliling kota memantau kegiatan warga,” ujar Wali Kota Tasik, Budi Budiman kepada radartasikmalaya.com usai meninjau landing perdana pesawat Hercules, Senin (13/07) siang.

“Warga wajib mengenakan masker karena pihak Pemprov Jabar akan memberlakukan sanksi denda bagi warga yang ketahuan tidak mengenakan masker saat berada di luar,” sambungnya.

Terang Budi, tentunya kedepan regulasi ini akan diterapkan di Kota Tasik karena akan dibuat Peraturan Daerah (Perda)-nya.

Sebab hingga kini pihaknya masih menunggu salinan Pergub-nya agar segera dibuatkan Perdanya.

Loading...

“Jadi pakai maser keluar rumah ini wajib pokoknya. Apalagi informasi dari WHO penularan Covid kini tak hanya droplet, tapi juga airbone. Jadi kita harus antisipasi sedini mungkin salah satunya dengan pakai masker,” terangnya.

Sekadar tahu, Droplet adalah cairan liur yang keluar lewat mulut atau hidung ketika berbicara, batuk, bersin, bahkan bernyanyi.

Airbone adalah, virus menular lewat udara dan bisa bertahan di udara, melayang-layang sampai 8 jam sesudah keluar dari tubuh penderita saat bersin, batuk atau berbicara.

Budi menambahkan, warga diminta selama ini tak lalai menjalankan protokol kesehatan selama penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) meski aktifitas warga mulai kembali bisa dilakukan secara normal.

“Warga pokoknya wajib memakai masker saat berada di luar rumah atau bepergian atau di tempat umum. Dan pakai masker ini menjadi kebiasaan baru serta gaya hidup baru,” tambah Budi.

Pihaknya bersama gugus tugas daerahnya pun terus menyosialisasikan pencegahan saat pandemi corona.

Apalagi, paling dikhawatirkan selama ini adanya penyebaran corona tahap kedua yang kemungkinan terburuk bisa terjadi.

Pemkot Tasik bersama Polri dan TNI daerah setempat terus berkeliling memakai mobil berpengeras suara untuk mengimbau masyarakat tak terlena setelah Kota Tasik bisa berstatus zona biru dari awalnya sempat zona merah covid-19.

“Ya, kita berharap semuanya bisa dilalui masa-masa bahaya corona, setelah kita berhasil melaluinya, jangan sampai kita terlena, karena penyebarannya masuh jadi ancaman tanpa mengenal waktu selama ini,” harapnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

3 KOMENTAR

  1. Assalamuwlaikum,,, kalo solusi itu bukan pemerasan itu gak pantas untuk orang elit dan terhormat, yg betul itu pemeeintah berikan pasilitas maskee cuma2 bagi pengguna yg gak pake masker. Tandan psikologi orang pemerintah bukan mengayomi tapi memeras rakyatnya, apa bedanya preman sama pmerintah kalo begitu???

  2. Assalamualaikum,,, kalo solusi itu bukan pemerasan itu gak pantas untuk orang elit dan terhormat, yg betul itu pemeeintah berikan pasilitas maskee cuma2 bagi pengguna yg gak pake masker. Tandan psikologi orang pemerintah bukan mengayomi tapi memeras rakyatnya, apa bedanya preman sama pmerintah kalo begitu???

  3. apaun itu tujuannya baik maka laksanakan dengan cara yang baik, sebarkan masker untuk warga masyarakat dan hindari dengan cara-cara ancaman/Denda, sebagai solusi berikan edukasi yang baik , benar dan berikan kinerja yang baik… Wassalamu’alaikum Wr Wb,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.