Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4.2%

20.4%

8.1%

67.3%

AWAS! Terjadi Lonjakan Kasus Positif, Kota Tasik Darurat Covid-19? Ada RS dan Puskesmas Ditutup

3902
0
radartasikmalaya.com
Beberapa warga saat melintasi Puskesmas Cihideung yang kabarnya ditutup sementara oleh Dinkes Kota Tasik, Jumat (11/09) pagi. istimewa for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Kasus terkonfirmaasi posiitif virus Covid-19 di Kota Tasik, per hari Jumat (11/09), mengalami lonjakan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat pun membenarkan kondisi tersebut. Namun dia belum bisa merinci detail berapa jumlah kasus positif yang terjadi hari ini.

Bahkan, Kamis (10/09) malam tersiar kabar di beberapa grup whatsapp warga, ada salah seorang warga Indihiang yang berprofesi guru SMAN sempat dijemput tim medis Gugus Tugas, karena diduga positif Covid.

“Iya itu teh (diduga guru positif covid, Red) harus dilihat dulu apakah hasil PCR atau MDT. Karena hari ini ada penambahan yang cukup signifikan,” ujar Uus yang dihubungi wartawan melalui ponselnya, Jumat Siang.

“Hari ini terjadi penambahannya tak hanya satu dua. Nah ini saya mau konfrontir dulu apakah benar atau tidaknya. Kita mau klarifikasi dulu penambahannya,” sambungnya.

Terang dia, saking banyaknya, hari ini yang kabarnya positif Covid memungkinkan ada fasilitas kesehatan (Puskesmas) yang ditutup. Soal darurat ini sedang dilaporkan dulu oleh pihaknya ke Sekda sebagai juru bicara Tim Gugus Tugas.

“Setelah saya pastikan terkonfirmasi nanti langkah-langkah kedepannya juga akan saya konsultasikan dengan pak sekda,” terangnya.

Disinggung fasilitas kesehatan apa yang kemungkinan ditutup, tambah dia, adalah Puskesmas Cihideung.

“Kalau Puskesmas yang ditutup itu ada di Cihideung sementara kita alihkan. Kemungkinan ini ada juga salah satu rumah sakit khusus swasta. Ini lagi saya cek semua pokoknya,” tambahnya.

Apakah jika terjadi lonjakan positif Covid hari ini bakal membuat Kota Tasik kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena dampak dari tingginya kluster Jakarta dan Bandung, kemungkin bisa terjadi.

“Tapi saya lihat sejak tadi malam terjadi pergeseran konfirm positif. Ini memang nyatanya cukup tinggi. Sekarang akan kita verifikasi dan evaluasi. Jadi tak menutup kemungkinan di beberapa daerah termasuk Kota Tasik akan memberlakukan itu juga,” bebernya.

Yang pasti, jelas dia, pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada Tim Gugus Tugas untuk mempertimbangkan PSBB lagi. Konsekuensinya mungkin seperti PSBB kemarin.

“Maka protap dan prosedurnya mengenai aktivitas kita seperti saat PSBB lalu. Tapi ini belum bisa dipastikan karena menyangkut kebijakan dan kewenangan pimpinan daerah. Nanti saya akan verifikasi dulu pokoknya terkait penambahan pasiennya,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Berita Terkait : 
Kasus Corona di Kota Tasik Meningkat, Pelanggar Protokol Kesehatan Juga Tinggi
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.