Awas Tertipu Kabar Kericuhan Lawas

195
0
Tidak ada peristiwa mahasiswa mengamuk di Jalan Kusumanegara, Jogjakarta, baru-baru ini. Hoax itu merupakan daur ulang kabar tentang kericuhan yang terjadi pada Juli 2016.

Kabar tentang kericuhan di Jalan Kusumanegara, Jogjakarta, tiba-tiba menyebar melalui aplikasi WhatsApp. Katanya, sejumlah mahasiswa asal Papua mengamuk dan merusak fasilitas. Polisi yang menerima kabar itu langsung menuju ke lokasi. Ternyata, kabar tersebut hoax.
Informasi abal-abal itu mulai beredar di kalangan warga Jogja pada Selasa siang (12/12) . Isinya menyebutkan bahwa mahasiswa asal Papua yang tinggal di asrama Irian, Jalan Kusumanegara, sedang mengamuk. Orang tua yang anaknya sedang kuliah di Jogja diminta waspada.
Kericuhan itu disebut telah memakan banyak korban. Yang sekadar melintas di jalan tersebut langsung dipukuli. Tak peduli bahwa orang-orang itu tidak mengetahui permasalahan yang sedang terjadi. ”Hati-hati, mobil banyak juga yang dirusak. Sampai sekarang belum kondusif,” tulis si pembuat pesan.
Hanya dalam hitungan jam, pesan itu menyebar dari grup ke grup aplikasi percakapan. Bahkan, tidak sedikit yang menyalin sebaran pesan tersebut untuk dijadikan status di akun Facebook. Akibatnya, pesan yang tidak jelas sumber dan kebenarannya itu pun langsung viral. ”Saya dapat juga di grup WhatsApp,” kata Kabidhumas Polda DIY AKBP Yuliyanto.
Mendapat informasi tersebut, Yuliyanto menerjunkan personel untuk mengecek kondisi Jalan Kusumanegara. Ternyata, tidak ada peristiwa apa-apa. Gambaran kericuhan yang tersebar melalui pesan berantai sama sekali tidak terlihat. Tidak ada kericuhan, tidak ada mobil yang dirusak, tidak ada warga yang dipukuli, maupun jalan ditutup akibat adanya kerusuhan.
Masyarakat yang tinggal di Jalan Kusumanegara malah kaget ketika ditanyai polisi tentang peristiwa mahasiswa mengamuk. Yuliyanto akhirnya menyimpulkan bahwa pesan itu tidak benar. Untuk mencegah keresahaan, dia segera menyebarkan siaran resmi bahwa informasi tentang situasi gawat di Jalan Kusumanegara adalah hoax.
Namun, hoax telanjur menyebar dan memicu fitnah. Reaksi para pemilik akun di medsos menunjukkan bahwa mereka percaya adanya kejadian tersebut. Tidak sedikit yang mengungkapkan kata-kata cemoohan dan provokasi. Tentu hal itu bisa memicu perpecahan dan konflik horizontal.
Berdasar penelusuran Jawa Pos (Grup Radar Tasikmalaya), kabar tentang kericuhan di Jalan Kusumanegara bukan kali ini saja tersebar. Pada Juli 2016, pernah ada kabar serupa. Kalimatnya sama persis dengan hoax yang menyebar beberapa hari terakhir
Bedanya, pesan yang tersebar pada Juli 2016 tersebut terkait de­ngan aksi mahasiswa Papua yang mem­perjuangkan pembebasan Papua Barat. Sementara itu, yang me­nyebar saat ini tidak terkait pe­ristiwa apa pun. Sekadar disebarkan ulang agar memicu keresahan. (eko/gun/c6/fat/jpg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.