Awasi WNA, Bentuk Timpora di Tiap Kecamatan

50
0
PAPARKAN. Kasi Intelejen dan Pendindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Tasikmalaya Agsutinus Wahyudi memaparkan materi di depan unsur stakeholder Kabupaten Pangandaran Jumat (21/6). (Deni Nurdiansah / radartasikmalaya.com)

PANGANDARAN – Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Tasikmalaya dan beberapa unsur Stakeholder di Kabupaten Pangandaran, membentuk Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) di 10 kecamatan.

Kasi Intelejen dan Pendindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Tasikmalaya Agustinus Wahyudi mengatakan pembentukan Timpora di tiap kecamatan bertujuan untuk mengantisipasi datangnya Warga Negara Asing (WNA) ilegal ke Kabupaten Pangandaran.

”Seiring dengan adanya peraturan presiden nomor 6 tahun 2016 tentang visa bebas kunjungan, tentunya pengawasan harus lebih ditingkatkan,” ungkapnya kepada Radar, Jumat (21/6).

Menurutnya, Kabupaten Pangandaran sebagai daerah kunjungan wisata tentunya sangat rentan dimasuki WNA ilegal, namun sejauh ini kondisi di Pangandaran masih kondusif.

”Untuk itu, dengan adanya Timpora di setiap kecamatan pengawasan dan penanganan WNA ilegal bisa mudah dilakukan, sehingga koordinasi mudah dilakukan,” ucapnya.

Kantor Imigrasi Tasik, menurut dia, memang memiliki cakupan wilayah yang cukup luas, sehingga dibutuhkan kemudahan pertukaran informasi menegani WNA.

”Jika di tiap daerah cakupan kami ada Timpora, jelas itu sangat membantu kami, dari mulai Kabupaten Garut sampai dengan Pangandaran,” tuturnya.

Mengenai adanya usulan pembentukan pos imigrasi di Bandara Nusawiru, hal itu tidak bisa serta merta langsung direalisasikan. ”Perlu ada pembahasan khususnya dengan pimpinan daerah disini, “ ujarnya.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Pangandaran Solih AP mengatakan Pangandaran sebagai daerah terbuka memiliki plus minus kunjungan WNA, maka perlu ada antisipasi hal –hal yang tidak diinginkan seperti masuknya WNA ilegal.

”Selama ini Timpora sudah ada di tingkat kabupaten, namun lebih bagusnya jika di tiap kecamatan juga dibentuk, “ ucapnya.

Menurut dia, Timpora di tiap kecamatan dikoordinasi Danramil, Camat dan Kapolsek. ”Sementara untuk kesekertariatan, belum jelas apakah akan dibanun di tiap kecamatan atau tidak,” tandasnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.