Ayah Almarhum Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik Tak Diketahui Keberadaannya

2147
0

KOTA TASIK – Kasus pembunuhan Delis (13) siswi SMPN 6 Kota Tasikmalaya yang jasadnya ditemukan di gorong-gorong sekolah, Senin (27/01) lalu, mulai terungkap.

Namun sampai Kamis (27/02) pagi polisi belum menyampaikan siapa pelakunya.

Sang ibu kandung berharap Pelaku dihukum mati. Sayangnya sang bapak kandung Budi Rahmat (45) hingga Kamis (27/02) pagi, tak diketahui keberadaannya.

Berita terkait : Ibunda Almarhum Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik Minta Pelaku Dihukum Mati

Bahkan awak media mencoba ke tempat tinggalnya di kawasan Tawang, namun sulit ditemui.

Bahkan, di tempat dia bekerja di salah satu rumah makan pun kabarnya Budi Rahmat sejak kematian puterinya, jarang masuk kerja.

“Jarang kelihatan beberapa minggu ini kang. Tak tahu kemana. Kerjanya di salah satu rumah makan di Tawang juga,” singkat Aan Andriana (39), tetangga Budi Rahmat kepada wartawan, Kamis (27/02) pagi.

Loading...

Namun, beberapa waktu lalu, Sabtu (11/02), Budi Rahmat sempat buka suara kepada wartawan, saat mendapati anaknya meninggal, dirinya selama ini gugup.

Dia juga mengaku syok berat atas kematian anaknya yang ditemukan mengenaskan.

Sehingga, dia enggan memunculkan dirinya ke publik. Dirinya pun sempat mengaku enggan membahas kematian anaknya setelah sempat dirinya diperiksa dan dimintai keterangan oleh petugas Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

“Kenapa saya seperti menghilang, karena saya masih syok Pak. Saya geumpeur (gugup, red) selama ini dan tak mau bertemu orang tak dikenal. Saya diperiksa polisi lama banget waktu itu sampai subuh Pak,” katanya.

Ditambahkan dia, awal dirinya mengetahui kematian anaknya ini dari mantan istrinya dan pihak sekolah.

Saat itu pun, dirinya langsung ke lokasi penemuan mayat anaknya di depan sekolahnya.

Kala itu mengaku masih bingung dan tak mengetahui apa yang mesti dilakukannya.

Sampai akhirnya, dia pergi ke kamar mayat untuk mengetahui kondisi jenazah puterinys, namun tidak bisa melihat karena petugas medis sudah melakukan visum.

“Kalau menurut saya kematian anak saya bisa karena kecelakaan atau dicelakai oleh orang lain. Mudah-mudahan penyebab kematian anak saya bisa cepat terungkap dan secepatnya pelakunya ditangkap polisi,” tambahnya.

Bahkan, sebelum ditemukan meninggal mengenaskan, tukas dia, beberapa hari sebelum kejadian dirinya pernah bertemu dengan anaknya di tempat kerjanya.

“Terakhir saya bertemu dengan anak saya beberapa hari sebelum ditemukan meninggal,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.