Ayah dan Bayi Terbakar ,Baru Sadar dari Tidur Setelah Menghirup Asap

43
ISTIMEWA MELEPUH. Kulit Alifa Baraah Azkadina melepuh usai terbakar di rumahnya. Bayi berusia empat bulan itu dirawat di rumah sakit, Selasa (23/1).

CIAMIS – Kebakaran rumah di Dusun Karangsari RT 04 RW 02 Desa Kujang Kecamatan Cikoneng pada Selasa (22/1) sekitar pukul 23.00 menelan korban. Pemilik rumah Ade Suandi (35) dan anaknya Alifa Baraah Azkadina (4 bulan) terbakar.

Kebakaran rumah itu pertama kali diketahui oleh Feri (55). Api muncul di bagian rumah belakang. Awalnya, dikira asap di dapur itu dari tempat masak. Namun, tak lama berselang api langsung membesar.

Mengetahui kebakaran, warga langsung menolong empat penghuni rumah itu yakni Ade, istrinya Ipah (28) serta kedua anaknya Farhan (8) dan Alifa. Semua korban selamat. Namun, Ade mengalami luka bakar 20 persen di bagian tangan dan kaki. Begitu juga dengan Alifa. Tangan kanan dan wajah bayi berusia empat bulan itu terbakar sekitar 30 persen. “Kedua korban itu dibawa ke RSUD Ciamis hingga sekarang mendapatkan perawatan dan mulai membaik,” kata Paur Humas Polres Ciamis Iptu Hj Iis Yeni Idaningsih.

Menurut Iis, saat kebakaran para korban tengah tertidur lelap. Sumber api itu berasal dari lilin yang dinyalakan ketikan mati lampu. Lilin itu disimpan di tengah rumah lalu membakar barang-barang yang mudah terbakar. Para penghuni terbangun dari tidur setelah menghirup asap dan panas. “Jadi akibat kebakaran itu korban alami kerugian sekitar Rp 80 juta. Beruntung satu buah motor Vario berhasil diselamatkan warga,” ucap dia.

Di hari yang sama, kebakaran rumah juga terjadi di Blok Cileweng Dusun Kertasari RT 02 RW 01 Desa Sidaharja Kecamatan Pamarican sekitar pukul 16.00. Si jago merah yang melahap dapur rumah milik Marti (70) itu bersumber dari tungku api yang lupa dimatikan.

Berikutnya sekitar pukul 20.00, rumah milik Cicih Sukaesih (50) di Dusun Salam RT 05 RW 02 Desa/Kecamatan Panawangan terbakar di bagian dapur. Sumber api juga berasal dari lilin yang disimpan di atas kulkas. Dari kedua kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa. “Kami sarankan bila listrik mati, alangkah baiknya tidak pakai penerangan lilin, karena berbahaya. Lebih baik pakai baterai saja,” saran Iis. (isr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.