Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
18%

82%

Kasus Mantan Sekretaris KPU Pangandaran Segera Dilimpahkan

Ayah Ditahan, Anaknya Menangis

128
0
RESMI DITAHAN. Tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana makan dan minum (mamin) dan alat tulis kantor, Pa (menutup muka) saat akan menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Ciamis Kamis (10/10) siang. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Kejaksaan Negeri Ciamis menahan mantan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran Pa Kamis (10/10) siang. Pa menjadi tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah makan dan minum (mamin) dan alat tulis kantor (ATK) KPU Pangandaran.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ciamis Sri Respatini SH MHum menjelaskan Pa diduga menyalahgunakan dana hibah mamin dan ATK KPU Pangandaran tahun 2015 atau saat Pilkada Pangandaran.

Berkas kasus mamin dan ATK tersebut, kata Kajari, sudah dinyatakan lengkap dan sudah P21. Tersangka Pa sudah dikirim dan dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP ) Klas II B Ciamis.

”Saya imbau secepatnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung biar cepat disidangkan. Paling lambat Senin (14/10) dilimpahkan tim penyidik nanti menyiapkan dakwaan dengan kelengkapan lainnya,” ujarnya.

Kajari menjelaskan bahwa tersangka Pa dikenakan pasal 27 junto pasal 18 ayat satu junto pasal 3 Undang-Undang 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No 20 tahun 2001 yang ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Adapun kerugian negara dari kasus tersebut sesuai penghitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Rp 148 juta.

“Kejari Ciamis melakukan penahan tersebut berdasarkan surat penahanan No 01/ M.25/PT./1/ 2019 tangal 10 Oktober dengan alasan ancaman hukumannya 20 tahun lebih. Jadi bisa kita lakukan penahanan, ditakutkan melarikan diri dan dikhawatirkan melakukan perbuatannya lagi,” kata dia.

Saat ditanya apakah ada tersangka lain dalam kasus mamin dan ATK? Kajari mengatakan pihaknya menunggu perkembangan sidang kasus tersebut.

Apakah tersangka menangis saat akan ditahan? Kajari mengatakan bahwa tersangka Pa menangis saat akan ditahan. Adapun untuk kesehatannya, sementara kondisinya bagus. Pa pun kini sudah pensiun dari PNS.

Tersangka Pa sebelumnya, kata Kajari, mengembalikan uang. Namun itu tetap tidak menghapus tidak pidana perkaranya. “Nanti tergantung di pengadilan saja guna meringankannya,” ujarnya.

Tersangka Pa didampingi tujuh kuasa hukum. Diantaranya, Maman Sutarman SH, Iwan Ridwan SH, Yono Sudiono SH, Jeni Marta SH, Vera Filinda SH, Siswantoro dan Indrajati SH. Menurut Maman, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin membela kliennya dan mudah-mudahan Pa mendapatkan putusan yang seringan-ringannya.

Apakah benar tersangka Pa menangis saat akan ditahan? Menurut Maman, pada intinya kliennya kaget saat akan ditahan. Karena saat di rumahnya, dia tidak tahu akan ditahan. “Jadi memang dia kaget sehingga anaknya menangis,” papar Maman yang mengaku berkantor di Jalan Ir H Juanda No 274 Ciamis ini.

Maman mengaku mendampingi kliennya dari sekitar pukul 10.00 hingga pukul 14.00. Tersangka Pa lalu ditahan oleh Kejari Ciamis. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.