Jenis Tuak dan Ciu Diduga Masih Beredar Saat Ramadan

Ayo Cari Pemasok Miras!

96
0
Istimewa PERIKSA. Satpol PP memeriksa anak jalanan yang terjaring mengonsumsi miras di Alun-alun Kota Tasikmalaya Kamis dini hari (16/5).

INDIHIANG – Penanganan penyakit masyarakat (pekat) selama Ramadan diharapkan tidak sebatas ditindak. Namun, perlu ada treatment ampuh supaya masyarakat yang menjalankan ibadah di bulan suci terjamin kenyamanannya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi menyebut upaya yang dilakukan aparat penegak hukum seperti razia Pekerja Seks Komersial (PSK), penanganan minuman keras (miras) harus terus dilaksanakan.

“Kemudian untuk peredaran miras harus dicari pemasoknya. Jika ada yang konsumsi, otomatis ada yang jual,” tuturnya kepada Radar, Kamis (16/5).

Menurutnya, perlu ada sanksi tegas bagi pihak-pihak yang masih sengaja melakukan pelanggaran. Terutama peredaran miras selama ramadan.

“Kita ketahui Satpol PP pernah lakukan tindak pidana ringan terhadap sejumlah penjual minuman beralkohol. Itu harus dilaksanakan kontinyu supaya ada efek jera, kita kan sudah ada Perda-nya,” terang politisi PDIP tersebut.

Sementara itu, Satpol PP Kota Tasikmalaya kembali mengamankan empat anak jalanan yang tengah mengkonsumsi miras di taman Alun-alun Kota Tasikmalaya Kamis dini hari. Mereka diamankan kemudian diberi arahan oleh petugas.

“Dari patroli tadi malam kita temukan gelagat mencurigakan empat orang usia remaja. Ternyata betul mereka selesai mengkonsumsi miras oplosan,” ujar anggota Satpol PP Agus Jarwo.

Kepala Seksi Operasi dan Penindakan Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Sandi Apriadi Sugih menyebut keempat remaja itu satu diantaranya warga Pangandaran. Sisanya warga Kota Tasikmalaya.

“Hasil pemeriksaan kami, mereka mendapatkannya di sekitaran pusat kota. Kami tengah menginventarisir titik-titik penjual miras yang masih beroperasi selama Ramadan,” ujarnya memaparkan.

Dia menjelaskan upaya itu juga sekaligus mengantisipasi adanya peredaran miras besar menjelang malam takbir. Sejauh ini pihaknya masih menelusuri dan melakukan penyelidikan. “Terutama yang sering kita temui itu jenis tuak dan ciu. Ditenggarai masih beredar selama Ramadan ini,” ucapnya.

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kota Tasikmalaya masih menemukan warga yang tetap meminum minuman keras (miras) pada bulan Ramadan di kawasan Pasar Cikurubuk, Rabu (15/5) dini hari. Dalam patroli itu, petugas berhasil mengamankan miras bermerek dan oplosan lima botol.

“Dua pemuda kedapatan sedang konsumsi miras. Mereka kabur menggunakan pick up, kemungkinan bukan warga pasar,” kata Kasi Operasi dan Penindakan Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Sandi Apriadi kepada Radar.

Satpol PP juga mendapati seorang pekerja seks komersial (PSK) tak jauh dari lokasi para pemuda yang tengah mabuk tersebut. Pihaknya terus melaksanakan patroli berkesinambungan siang dan malam di jam-jam tertentu. Warung nyemen, gelandangan, pengemis, prostitusi dan pesta miras jadi prioritas pengawasan. “Kami juga tengah mengincar hotel dan kos-kosan. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada aktivitas tidak baik meski bulan Ramadan,” tuturnya.

Sementara itu, Public Center (PC) meminta agenda operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan setiap Ramadan bukan hanya sekadar rutinitas dan pencitraan.

“Satpol PP merupakan penegak perda, harus profesional dan kuat menjalankan tugas fungsi. Kemudian bersinergi dengan penegak hukum lainnya,” ucap Direktur Eksekutif Public Center Agung Zulviana saat audiensi dengan Satpol PP kemarin. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.