Azies dan Iip Kepergok Bertemu

106
0
AKRAB. Cabup nomor urut satu H Azies Rismaya Mahpud (kanan) dan Cawabup nomor urut empat H Iip Miptahul Paoz terlihat akrab saat bertemu secara tidak sengaja di Cipatujah, Selasa (6/10). IST

TASIK – Pada kesempatan kunjungan ke Sindangkerta, Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Calon Bupati Tasikmalaya nomor urut satu, H Azies Rismaya Mahpud tidak sengaja bertemu dengan Calon Wakil Bupati Tasikmalaya nomor urut empat, H Iip Miptahul Paoz. Keduanya pun tampak akrab dan hangat ketika saling ‘memergoki’ satu sama lain.

Awalnya, Azies hendak bercengkrama dengan sejumlah masyarakat di pesisir Selatan Tasikmalaya, saat keluar dari salah satu hotel tidak sengaja ia menemukan adanya riungan warga yang dihadiri Iip Miftahul Paoz. Spontan, Azies mendatangi forum dan langsung menyapa Iip dengan santai dan hangat.

“Salut saya dengan jiwa negarawan Pak Azies. Tidak berpikir itu pesaing atau lawan politik, tetapi menghampiri dengan santun dan menyapa Pak Iip bahkan sampai salam komando,” kata Juru Bicara Azies Rismaya Mahpud, Ustaz Iri Syamsuri kepada Radar, Selasa (6/10).

Ia menceritakan dalam kesempatan itu, Iip pun tidak canggung menerima sapaan Azies. Keduanya bahkan berfoto dan saling bercerita satu sama lain. Menunjukkan kontestasi politik tidak mempengaruhi keakraban dan silaturahmi antar kandidat, meski berlawanan dari sisi politis.

“Alhamdulillah keduanya sangat hangat tidak canggung. Kita harap, publik bisa menangkap pesan bahwa persaingan politik tidak menjadi konflik. Namun, pembelajaran demokrasi yang ditunjukkan Pak Azies ketika menemui Pak Iip ini,” harap dia.

Pada kesempatan tersebut, Azies juga menemui sejumlah tokoh Sindangkerta. Dimana, mereka mengharapkan adanya pembangunan sektor pariwisata di Selatan yang bisa memajukan daerah baik dari sisi penghasilan warga, maupun pengelolaan sumber daya alam yang ada.

Loading...

“Mereka ingin dikembangkan. Kami pun, menyiapkan konsep supaya ketika pariwisata Tasik Selatan didorong, ekses negatifnya bisa direduksi. Daerah maju, tetapi tidak meninggalkan kearifan dan budaya lokal yang religius,” kata Komandan Propam Laskar Mujahidin tersebut.

Ustaz Iri menjelaskan konsep pemajuan daerah tanpa pelibatan warga setempat, tentunya akan berdampak tidak baik. Dimana, warga setempat hanya jadi penonton saja, dan tidak ikut andil menikmati kemajuan.

“Maka kita akan rempugkan tokoh setempat, supaya kemajuan di sini tidak lepas dari pemberdayaan, supaya PAD dapat, kesejahteraan warga meningkat. Minimal pemuda di sini tidak perlu cari kerja ke luar daerah,” tuturnya.

Kesempatan lainnya dalam kunjungan ke Cipatujah, ia bersilaturahmi dengan Pimpinan Ponpes Bahrul Huda Pamayangsari KH Marjud. Disana, ia mendapat dukungan dan restu dari tokoh ulama itu lantaran diyakini paling mapan untuk menjawab kesejahteraan masyarakat. Berkaca dari usaha keluarga dan pribadi yang terus eksis, tentunya kemampuan manajerial yang dimiliki bisa menjadi bekal memimpin Kabupaten Tasikmalaya.
“Tadi KH Marjud sampaikan doa dan restunya. Sebab, Azies dianggap sudah selesai dari sisi ekonomi, sehingga tidak akan berupaya memanfaatkan jabatan untuk kepentingan diri sendiri,” kata Ustaz Iri.

Perusahaan yang dikelola Azies, lanjut dia, ibaratnya masyarakat dalam sekup kecil. Ketika ia sudah sukses mengelolanya, tidak akan jauh berbeda dengan mengurus masyarakat. Meski dinamika pemerintahan dan perusahaan berbeda, setidaknya Azies sudah berpengalaman memanajeri organisasi usaha.

“Jadi tidak akan berpikir balik modal, balas budi pada pemodal. Karena kemampuan finansialnya sudah cukup untuk diri sendiri dan keluarga,” ujarnya.(igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.