B30 Dorong Ekspor Biodiesel Nasional

23

JAKARTA – Penerapan campuran biodiesel 30 persen atau B30 akan diterapkan tahun ini. Kebijakan ini untuk menggantikan penerapan biodiesel 20 persen. Para produsen biofuel nasional ditantang berinvestasi memenuhi permintaan pasar.

Dari data Kementerian Energi dan Sumberdaya Alam (ESDM), konsumsi masyarakat terhadap BBM jenis solar mencapai sekitar 32 juta kilo liter per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 8,1 juta ton atau 30 persen digantikan dengan minyak kelapa sawit.

Meski dari sisi pemenuhan bahan baku sudah aman, pemerintah pun juga dipaksa untuk membuka keran kesiapan mesin dari industri. Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, pihaknya tengah melakukan Uji jalan atau road test penggunaan campuran biodiesel 30 persen (B30).

“Tes kendaraan sejauh 40 ribu kilometer akan berakhir Maret ini. Rutenya hanya sekitar Jawa Barat-Jakarta dan Banten. Nah, Bila hasil road test dinyatakan berhasil, kita akan melakukan review dan finalisasi spek SNI biodiesel yang diperkirakan rampung Mei 2019,” jelasnya, Rabu (13/2).

Dadan mengatakan, sejak Permen ESDM Nomor 41 tahun 2018 diterapkan, BBM jenis solar yang dijual di seluruh SPBU merupakan jenis B20. Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang memanfaatkan B20 secara luas.

Terpisah, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan mengatakan, investasi B30 menjadi sebuah keharusan bagi produsen biodiesel. Meski demikian, para investor jangan berfikir secara parsial. Penggunaan biodiesel tidak hanya berhenti pada B30, tetapi terus dikembangkan menjadi green fuels.

“Saat ini, kebijakan biodiesel di Indonesia telah dicontoh banyak negara seperti China, Malaysia, dan Thailand. Ke­bijakan itu juga akan men­dorong peningkatan ek­spor biodiesel. Thailand bisa menjadi peluang pasar baru bagi industri biodiesel In­do­nesia,” terangnya. (fin/tgr)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.