Baca Nih! Terdeteksi Pakai ‘Tuyul’, Driver Gojek tak Dapat Bonus dan Disuspend

449
0
Supir Go-Jek Medan demo terkait upah beberapa waktu lalu di Medan.

MEDAN – GoJek tengah mengembangkan sistem yang dapat medeteksi GPS palsu atau aplikasi ‘tuyul’. Bagi mitra pengemudi atau driver diminta segera menghapus GPS palsu tersebut.

Vice President (VP) Corporate Communication Go-Jek Michael Say mengatakan, sistem yang dikembangkan untuk memastikan keadilan bagi para mitra driver yang jujur dan bekerja keras membantu jutaan warga Indonesia setiap harinya.

Untuk itu, diberikan kesempatan kepada mitra driver segera menghapus aplikasi GPS palsu sebelum mendapat sanksi.

“Driver yang terdeteksi memiliki aplikasi ‘tuyul’, maka langsung menerima notifikasi melalui smartphone mereka. Notifikasi yang diterima, mengharuskan driver segera menghapus GPS palsu tersebut,” ungkap Michael Say saat ditemui di Medan baru-baru ini.

Disebutkan dia, apabila driver tak menghapus GPS palsu selama 7 hari ke depan ketika menerima notifikasi, maka diberikan sanksi tak mendapatkan bonus. Akan tetapi, driver tetap bisa beroperasi.

“Sanksi berikutnya, jika sampai kurun waktu 14 hari tak juga menghapus aplikasi tuyul maka diberi sanksi tegas berupa suspend,” cetusnya.

Menurut dia, kebijakan ini menjawab aspirasi mitra driver terkait dengan masalah yang sering mereka hadapi dalam mendapatkan order dari pelanggan.

Diharapkan dengan penerapan kebijakan ini, mitra bisa bekerja lebih nyaman demi keluarga mereka.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini jumlah driver yang terdata di seluruh Indonesia mencapai 1.000 lebih baik itu Go-Car ataupun Go-Ride. Namun begitu, Micahel tak merinci berapa persen yang terdeteksi menggunakan GPS palsu.

“Kalau di Jakarta, Bandung dan Surabaya sudah 80 persen menghapus atau meng-instal ulang GPS palsu. Sedangkan di Medan masih dalam proses pendataan dan akhir bulan ini baru bisa diketahui,” pungkasnya.

(fir/pojoksumut)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.