Bagi-bagi Sembako ke Korban Bencana di Tasik Selatan, Mayasari Foundation Dipanggil Bawalu

2698
0
radartasikmalaya.com
Perwakilan Pengelola Mayasari Foundation saat di klarifikasi oleh Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya soal bantuan sembako yang diduga mengatasnamakan calon. diki setiawan/ radartasikmalaya

SINGAPARNA – Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya memanggil perwakilan pengelola Mayasari Foundation, untuk meminta keterangan adanya dugaan indikasi pelanggaran kampanye dalam bentuk bantuan sembako kepada korban bencana di Tasik Selatan (Tasela).

Yang diduga ada sangkut paut dengan pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 Azies Rismaya Mahfud (ARM) dan Haris Sanjaya yang ikut dalam kontestasi Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda SIP menjelaskan, Bawaslu mengundang pengelola Mayasari Foundation untuk meminta keterangan terkait bantuan sembako kepada masyarakat korban bencana di Tasik Selatan (Tasela) yang ada sangkut paut dengan pasangan calon nomor urut 1.

“Kita mengundang dari Mayasari Foundation untuk meminta keterangan, terkait adanya informasi awal yang masuk ke Bawaslu,” terang Dodi, kepada wartawan, di Kantor Bawaslu, Senin (26/10).

Menurut dia, pembagian sembako untuk masyarakat korban bencana dan posko-posko tim nomor urut satu di wilayah Tasik Selatan ini, ada kaitannya dengan pasangan calon nomor urut satu (Azies-Haris).

“Jadi kami meminta penjelasan dalam artian untuk menindaklanjuti, apakah masuk dugaan pelanggaran pidana pemilu atau sebagainya. Maka kita kumpulkan bukti secara materil dan formilnya,” ungkap dia.

Bentuk bantuan sembakonya, jelas dia, berupa mie instan, minyak goreng, telur dan beras. Adapun dugaan adanya uang dan stiker pasangan nomor urut satu masih didalami.

“Kami belum menerima laporan adanya uang dan stiker dalam bantuan sembako tersebut. Tetapi ketika nanti ada laporan lagi, bisa kita tindaklanjuti dan dikembangkan,” jelas dia.

Dodi menambahkan, selain menangani laporan dugaan pelanggaran pasangan nomor urut satu, Bawaslu pun tengah mengawasi informasi dan laporan adanya indikasi pelanggaran lainnya.

Seperti adanya indikasi dukungan di media sosial yang menunjukkan adanya aparatur desa yang menunjukkan simbol mendukung salah satu pasangan calon.

“Terkait dengan berbagai informasi, bukan hanya nomor urut satu, dua, tiga dan empat. Semua laporan yang masuk kita juga telusuri dan tindaklanjuti, termasuk adanya indikasi kepala atau aparatur desa yang menunjukkan simbol dukungan,” kata dia.

Bawaslu sendiri, tambah dia, sudah menginstruksikan kepada Panwascam untuk ditelusuri apakah benar ada kepala atau aparatur desa. Jadi belum menerima secara utuh dari Panwascam.

“Tetapi sudah kami sampaikan kepada Panwascam untuk ditelusuri, sehingga kami bisa menindaklanjuti apakah ada dugaan pelanggaran pidana pemilu atau administrasi,” ungkap dia.

Pada intinya, ungkap dia, selama masa tahapan kampanye ini, Bawaslu sudah menerima laporan adanya indikasi dugaan pelanggaran baik pasangan nomor urut satu, dua, tiga dan empat. Kebanyakan pelanggaran dalam bentuk bantuan kepada masyarakat.

“Bahkan Bawaslu sudah merencanakan akan memanggil salah satu pimpinan partai politik pendukung pasangan nomor urut empat. Rata-rata pelanggaran nya memang lebih kepada bantuan bencana kepada masyarakat,” tambah dia.

Koordinator Lapangan (Korlap) Mayasari Bakti Utama Foundation Irwan mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyampaikan ke Bawaslu, klarifikasi menjelaskan soal bantuan sembako untuk masyarakat korban bencana di Tasik Selatan.

Menurut dia, kegiatan pembagian sembako yang dilakukan oleh Mayasari Bakti Utama Foundation murni merupakan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) bagi korban banjir dan longsor di Tasik Selatan (Tasela).

“Jadi bantuan CSR ini rutin dilaksanakan Mayasari Bakti Utama Foundation ketika ada bencana, seperti gempa di Tasik tahun 2009 lalu, termasuk sekarang ada bencana alam di Tasik Selatan,” ungkap dia.

Dia menegaskan bahwa kegiatan bantuan tersebut tidak ada sangkut paut dengan pencalonan Azies Rismaya Mahfud di Pilkada Tasik. Jadi ada pilkada atau tidak Mayasari Foundation tetap berjalan program bantuannya.

Menurut dia, yang dipermasalahkan itu, memang di media sosial beredar ada foto ketika tim dari Mayasari Foundation sedang membagikan bantuan di Desa Cikukulu Kecamatan Karangnunggal yang kebetulan lokasinya dekat posko tim Azies-Haris.

“Sebenarnya kami secara spontan tidak mengetahui berada didekat posko tim Azies-Haris, karena kebetulan masyarakat yang membutuhkan bantuan sudah menunggu bantuan di lokasi, secara spontan langsung kita bagikan bantuan, tidak ada niatan untuk membagikan didekat posko,” terang dia.

(diki setiawan)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.