Pengamat Menilai LebihCondong Maju Melalui PPP

Bagi Golkar, Lina Potensial

311
0
HJ LINA RUZHAN

TASIK – Lina Ruzhan menjadi bagian dari tokoh Tasikmalaya yang dianggap potensial maju di Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020. Partai dan pengamat politik menilai istri Wakil Gubernur Jabar H Uu Ruzhanul Ulum tersebut memiliki modal politik dan sosial. Meski begitu, hasil survei akan menjadi salah satu pijakan partai politik mengusung seorang tokoh, termasuk Lina, layak diusung memperebutkan kursi bupati Tasikmalaya.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Jawa Barat H Yod Mintaraga menyebut Lina cukup potensial dan diperhitungkan partainya, karena istri wakil Gubernur, bagian keluarga besar Pesantren Miftahul Huda dan mempunyai basis komunitas sosial yang cukup besar, Barisan Lina (Barli).

”Akan tetapi, terlalu dini kalau Golkar menyebutkan siapa nama kandidat yang akan diusung atau didorong menjadi calon bupati di pilkada 2020. Semua nama yang muncul kita survei dengan pertimbangan popularitas, elektabilitas dan kapabilitasnya,” ujar Yod saat dihubungi Radar, Jumat (28/6).

Sampai saat ini, kata Yod, Golkar belum memutuskan nama yang akan diusung di pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020.

Yang jelas, Golkar saat ini masih melakukan survei terhadap nama-nama kandidat calon bupati yang muncul dan digadang-gadang maju pada Pilkada 2020. Baik itu, dari internal Golkar maupun eksternal.

Saat ditanya Radar, apakah sosok Lina Marlina Ruzhan diperhitungkan Golkar? Menurut Yod, semua nama kandidat yang muncul, baik dari politisi, birokrat, tokoh agama, tokoh masyarakat termasuk pengusaha masuk survei Golkar, termasuk Lina.

Yang jelas, tambah Yod, sampai saat ini Golkar belum intensif atau secara formal menjalin komunikasi langsung dengan Lina Ruzhan soal pilkada 2020.

Yang pasti, Lina masuk survei Golkar sebagai salah satu kandidat yang dianggap punya kans cukup besar maju di pilkada 2020.

Dalam pandangan pengamat politik, sosial dan pemerintahan Asep M Tamam, sosok Lina Ruzhan, lebih diingat masyarakat ”bagian” dari PPP. Karena, faktor sang suami, H Uu Ruzhanul Ulum, politisi PPP yang menjadi Bupati Tasikmalaya dua periode dan sekarang menjadi wakil Gubernur.

”Artinya kalau melihat kans atau peluang Lina jika maju di pilkada 2020, kendaraannya pasti dari PPP,” ujarnya menganalisa.

Pertanyaannya, kata Asep, melihat hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, tidak ada satu partai pun di Kabupaten Tasikmalaya yang bisa mencalonkan atau mengusung satu paket calon bupati dan wakilnya tanpa berkoalisi. Dengan begitu, partai-partai akan berkoalisi.

Lalu, PPP cocok dengan partai mana?

”PPP kan sekarang dapat tujuh kursi, artinya harus berkoalisi, tidak bisa mengusung satu paket pasangan calon, yang jelas PPP saat ini lebih kental ke arah nasional, walaupun memang basisnya kalangan pesantren, tokoh agama dan lainnya,” ujarnya memaparkan.

Menurut Asep, PPP di dua periode sebelumnya menjadi bagian memenangkan H Uu Ruzhanul Ulum dan H Ade Sugianto. Di periode pertama, PPP berkoalisi dengan PDI Perjuangan. Kemudian, di periode kedua, PPP menjadi pendukung paket Uu-Ade. ”Namun koalisi PPP dengan PDI-Perjuangan di pilkada 2020 bisa saja tidak terulang, PPP sebetulnya cocok dengan partai mana pun. Karena baik nasionalis maupun religius, PPP punya karakter itu saat ini,” tuturnya.

Artinya, PPP jika mendukung Lina bisa saja dengan PAN dan PKB yang memang partai berbasis agama tetapi memang kental dengan nasionalis. ”Tetapi yang jelas PPP cocok dengan semua partai. Pasti kuat,” kata dia.

Nama Lina Ruzhan, sebelumnya, semakin santer diprediksi maju sebagai kandidat bakal calon Bupati Tasikmalaya di Pilkada 2020. Ini seiring dengan banyaknya partai politik yang mencoba mendekati istri Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut.

Hal itu ditegaskan Ketua Barisan Lina (Barli) Septian Hadinata. Menurutnya, istri dari H Uu Ruzhanul Ulum tersebut mulai didekati partai politik yang siap menampungnya sebagai kandidat bakal calon di Pilkada 2020.

”Dengan mencuatnya nama Lina Ruzhan ke publik (layak menjadi kandidat, Red), menarik simpati parpol untuk berkomunikasi. Tetapi masih bersifat non formal,” ujarnya kepada Radar, Kamis (27/6).

Namun, dirinya tidak bisa menyebutkan parpol mana saja yang mencoba mengajak Lina Ruzhan. ”Tidak etis kalau disebut partai mana saja, karena Bu Lina sendiri belum menyatakan kesiapan maju,” tuturnya.

Hingga kini, kata Septian, Lina Ruzhan masih belum buka suara terkait wacana maju di Pilkada 2020. Dirinya pun sebagai Ketua Barli menyerahkan keputusan maju tidaknya kepada yang bersangkutan. “Itu hak Bu Lina, dan saya sebagai Ketua Barli akan mengikuti setiap keputusan yang diambil,” tuturnya. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.