Bagi Hasil Panas Bumi di Garut Harus Sejahterakan Warga

66
0
PAPARAN. Kasubdit Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Budi Herdiyanto memberikan paparan pada kegiatan Diseminasi Informasi dan Diskusi Bonus Produksi Panas Bumi kemarin. Yana taryana / rakyat garut
Loading...

GARUT – Sekretaris Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi Indonesia (ADPPI) Harry Nurul Fuad berharap dana bagi hasil (DBH) panas bumi yang didapat pemerintah daerah dari kegiatan pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik, bisa memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam Diseminasi Informasi dan Diskusi Bonus Produksi Panas Bumi yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Garut di Hotel Harmoni, Cipanas Garut, Senin (7/12).

Menurut Harry, selama ini pemanfaatan dana bagi hasil panas bumi digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang dampak ekonominya tidak bisa dirasakan secara langsung. Akibatnya, banyak masyarakat merasa kehadiran industri panas bumi di daerahnya tidak memberi keuntungan.

“Ini yang sering jadi masalah sosial di daerah, padahal kalau ada dampak ekonomi langsung, mereka bisa lebih menerima kehadiran industri pengolahan panas bumi,” katanya.

Harry menerangkan pemerintah daerah harus mulai mengidentifikasi dan memetakan sumber daya ekonomi di masyarakat dan juga kebutuhan masyarakat. Setelah itu, baru mulai menyusun program ekonomi berkelanjutan.

Loading...

Baca juga : Jual Sabun Kedaluarsa, Warga Bayongbong Garut Digelandang Polisi

“Masyarakat sekitar kan kebanyakan petani, buat program pengolahan pasca panen produk pertanian lokal misalnya, siapkan juga regulasi untuk menyerap pasar dari produknya dan bantu promosinya,” terangnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut Agus Ismail yang juga menjadi narasumber dalam acara tersebut mengungkapkan, sebagai daerah penghasil, Kabupaten Garut memang mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan industri panas bumi, salah satunya dari dana bagi hasil.

Namun, besaran semua dana bagi hasil, termasuk dari panas bumi yang masuk ke dalam kas daerah dalam bentuk dana perimbangan, jumlahnya tidak lebih dari 7 persen.

Khusus dana bagi hasil panas bumi, pengalokasiannya telah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 53 tahun 2018 tentang tata cara pemberian dan pertanggungjawaban pemanfaatan bonus produksi panas bumi dan Peraturan Bupati Nomor 126 tahun 2019 tentang tata cara pemberian dan pertanggungjawaban bantuan keuangan kepada pemerintah desa yang bersumber dari bonus produksi panas bumi.

“Dalam Peraturan Bupati ini diatur, 50 persen dana bagi hasil panas bumi, dialokasikan untuk daerah sekitar,” jelasnya.

Bentuk programnya, menurut Agus, tidak bisa lepas dari perencanaan pembangunan daerah yang telah disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah disusun kepala daerah.

Budi Herdiyanto, Kasubdit Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM mengungkapkan setelah enam tahun pemberlakuan kewajiban penyetoran bonus produksi panas bumi, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat sekitar wilayah kerja panas bumi.

Budi memandang dana bagi hasil dapat benar-benar tepat guna, perlu ada upaya pendampingan kepada pemerintahan desa dan kecamatan di sekitar wilayah kerja panas bumi agar dana yang ada mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, mengangkat indeks pendidikan dan juga tingkat kesehatan masyarakat.

Budi berharap besaran bonus produksi panas bumi dari tiga lapang panas bumi di Garut yaitu Darajat, Kamojang dan Karaha bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan sejalan dengan kinerja dari operator pembangkit panas bumi.

“seluruh stakeholder pengusahaan panas bumi, mulai dari badan usaha, pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat, harus mendukung upaya-upaya pelaksanaan operasi produksi PTLP yang ada,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.