Bagikan Sembako dan Kursi Roda, BEM se-Ciamis Juga Sosialisasikan Ini..

95
0

CIAMIS – Di moment  hari jadi Kabupaten  Ciamis yang ke- 378, mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiwa Ciamis Raya (FMCR) yang merupakan gabungan BEM se-Kabupaten Ciamis, melakukan bakti sosial.

Kegiatan dilaksanakan Senin pagi di berbagai desa-desa dan kelurahan yang tersebar di Kabupaten Ciamis.

Diantaranya membagikan sembako dan kursi roda untuk kaum disabilitas serta lansia.

Ketua BEM IAID Ciamis, Ilham Nur Suryana menjelaskan, bahwa kegiatan bakti sosial ini berangkat atas dasar keresahan mahasiswa terhadap kondisi sosial.

Yakni, penyaluran Bansos dinilai ada keterlambatan dan ketimpangan data penerimaan bansos, serta banyak hal lain yang terjadi di lapangan.

Yang menjadi landasan kita untuk menyalurkan Baksos adalah masyarakat Disabilitas dan Lansia, khususnya yang belum mendapatkan Bansos dari pemerintah.

Loading...

Kegiatan ini juga kita gagas sekaligus dalam memperingati hari jadi Kabupaten Ciamis yang ke 378 tahun.

“Mengingat saat kondisi pandemi seperti sekarang kita harus peduli terhadap sesama, gotong royong sesuai protokol kesehatan. Agar kita semua bisa survive dalam menghadapi wabah Covid-19,” terangnya.

Ketua BEM Unigal  yang juga Koordinator kegiatan, Tatang Sutisna mengatakan, pertama-tama pihaknya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam dalam kegiatan ini.

“Adapun bantuan yang kita berikan berupa sembako dan beberapa unit kursi roda untuk kaum disabilitas yang memerlukan,” katanya.

Kegiatan bakti sosial, kata dia dilakukan di 7 titik atau lokasi. Yaitu Panjalu, Dewasari, Linggasari, Cikoneng, Sindangrasa, Baregbeg dan yayasan disabilitas, yang dilaksanakan pada Hari Sabtu-Minggu.

“Bantuan khusus kepada warga Disabilitas dan Lansia diberikan langsung ke rumah warga,” ucapnya.

Ditambahkan Ketua BEM Stikes Mucis, Makmur, bahwa Aliansi BEM Kabupaten Ciamis Raya berinisiatif melakukan gerakan bakti sosial, sekaligus edukasi masyarakat tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal.

“Kami memberikan pemahaman bahwa New Normal itu seperti apa dan masyarakat new normal akan sehat dan terhindar dari virus bila mematuhi protokol kesehatan yang sudah berlaku,” tuntasnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.