Bahaya..! 11 Anak-Anak di Kota Tasik Meninggal Akibat DBD

461
0

KOTA TASIK – Sejak Januari hingga Juni, sebanyak 16 orang warga Kota Tasik meninggal karena DBD. 11 diantaranya masih usia anak-anak yang meninggal.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasik, Uus Supangat mengakui hal tersebut.

Baca juga : Bahaya..! 11 Anak-Anak di Kota Tasik Meninggal Akibat DBD

Meski sudah mencapai 634 kasus hingga hari ini, jumlah yang meninggal masih tetap 16 orang.

“Kasus DBD di Kota Tasik sudah menangalami kenaikan. Sudah ada 600 lebih kasus dan meninggal 16 orang. Yang paling memprihatinkan yang meninggal itu anak-anak 11 orang. Ini bahaya,” ujar Uus kepada radartasikmalaya.com, Rabu (24/06) sore.

Pihaknya pun terus-menerus melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar DBD ini bisa diberantas secara maksimal. Pihaknya juga akan mengumpulkan para camat agar menggerakan warganya memberantas sarang nyamuk secara bersama-sama.

“Karena faktor yang penting adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Tidak bisa hanya mengandalkan fogging. Karena itu sangat penting bukan hanya untuk menanggulangi Covid-19, tapi juga DBD. Karena DBD juga berpotensi jadi wabah,” terangnya.

Baca juga : Wali Kota Tasik & Keluarga Sempat Diserang DBD

Terpisah, masyarakat mulai menggencarkan fogging (pengasapan). Seperti Rabu (24/06) sore, warga Perumahan Mega Mutiara Tasik Regensi melakukan pengasapan untuk memberantas nyamuk Aedis Aegepty. Sebanyak 3 warganya terjangkit DBD.

“Ini sebagai langkah pencegahan DBD di lingkungan kami. Warga juga menggalakan kebersihan lingkungan untuk memberantas sarang nyamuknya,” tuturnya Ketua RT 03 Mega Mutiara Tasik Regensi, Giar Rosgiar.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.