Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.7%

8.2%

2.3%

24.4%

2.4%

46.4%

0.1%

15.5%

0%

Pertigaan Rancabango Bakal Jadi Titik Kemacetan Baru di Tasik

1608
0
BAKAL MACET. Kondisi di pertigaan Rancabango di Jalan Ir H Juanda yang berpotensi menjadi titik kemacetan baru, Minggu (7/4). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

BUNGURSARI – Pertigaan Rancabango, tepatnya di Jalan Ir H Juanda diprediksi bakal menjadi titik kemacetan baru di Kota Tasikmalaya setelah pusat perbelanjaan Transmart beroperasi.

“Sudah jelas ketika ada tempat baru, animo pasti tinggi dan otomatis menjadi titik kemacetan baru. Kemarin melihat Yogya Depstore di Cikoneng saja begitu tinggi animonya sampai membuat kendaraan cukup padat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya H Aay Zaini Dahlan ATD kepada Radar, Minggu (7/4).

Dia menjelaskan Dishub sudah memberi saran dan masukan terhadap Forum Lalu Lintas Provinsi Jawa Barat yang berwenang menerbitkan rekomendasi lalu lintas di Jalan Ir H Juanda. Pihaknya saat ini masih menanti dokumen analisis dampak lingkungan dan lalu lintas (amdal-lalin) pendirian mal Transmart.

“Kita sudah berikan saran dan masukan dalam membantu rekayasa lalu lintas di sana (Rancabango, Red) terhadap provinsi. Namun, hasil penyusunan dokumennya seperti apa, kita masih menanti sebab pemerintah daerah sebatas anggota saja di forum lalin provinsi,” tuturnya.

Di sisi lain, pihaknya juga sudah menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas apabila mal itu akan diluncurkan untuk beroperasi. Pihaknya akan menyurati pengelola mal agar meminimalkan kemacetan saat mal itu mulai dibuka.

“Pintu masuk dan keluarnya kan di Jalan Ir H Juanda, otomatis ketika peluncuran nanti akan ada kepadatan arus kendaraan. Kemudian saat beroperasi juga tentu harus ada pengaturan tertentu,” kata Aay.

Pihaknya, kata dia, hanya berwenang mengantisipasi saja supaya kepadatan lalu lintas tidak terlalu mengular. Pemkot tidak memiliki kewenangan lebih secara aturan dalam merekomendasikan suatu rekayasa lalu lintas.

“Kita sebatas support saja supaya arus lalin di sana tidak terlalu padat. Sesuai kewenangan saja, karena status jalan itu jalur provinsi. Namun, Pak Wakil kemarin sudah menegaskan izin operasional dan teknis harus selesai dulu sebelum mal ini diluncurkan,” kata dia.

Sementara itu, Jumat (5/4), Wakil Wali Kota Tasikmalaya bersama Asisten Daerah II dan Kepala Bagian Pembangunan meninjau pembangunan Transmart. Mereka memastikan sisi konstruksi, perizinan dan kemitraan dengan UMKM asli daerah supaya dapat turut dipromosikan di mal itu.

“Izin operasionalnya kita cek belum dikantongi, karena ada beberapa persyaratan yang tengah mereka tempuh dalam mendapatkan izin tersebut. Termasuk sertifikat laik fungsi (SLF) dari Pemprov Jawa Barat,” ujar Yusuf.

Dia menceritakan pihak mal berencana dalam waktu dekat me-launching mal itu. Namun, pemkot meminta supaya dilaksanakan setelah Pemilu 2019 di samping menunggu seluruh perizinan dikantongi.

“Saya dan Pak Wali sepakat supaya nanti setelah pilpres-pileg saja di-launching-nya. Selain administrasi sudah dikantongi semua, pemkot juga berencana menjadikan pembangunan ini proyek percontohan bagi pengelola lain,” ucapnya.

Maka dari itu, kata dia, pihak mal akan diundang pada 11 April mendatang supaya memaparkan data-data apa saja yang sudah dikantongi dalam pendirian pusat perbelanjaan tersebut. Termasuk merinci potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang nantinya menjadi kewajiban untuk disetorkan terhadap pemkot.

“Insyaallah yang lain akan mengikuti, kalau bangunan baru ini kita dorong supaya memberi contoh baik. Kewajiban mereka nanti kan seperti pajak restoran, PBB, reklame dan lain-lain. Termasuk syarat administrasi dan teknis harus selesai,” ujar dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.