Balita Empat Tahun Punya Dua Kelamin

41
KPAID FOR RADAR KONSULTASI. Orang tua Dani saat mengantar anaknya konsultasi ke ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto (kanan), Jumat (15/2).

TASIK – Dani Wahyudin (4), balita asal Desa/Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya memiliki kelainan pada kelaminnya. Sebab anak pasangan E Amelia (37) dan Dodi Surodi (40) itu diduga memiliki kelamin ganda.

Ibu Dani, E Amelia (37) mengatakan kondisi anaknya mempunyai kelainan pada kelaminnya. Namun, keluarga belum bisa memberikan pengobatan karena terbentur biaya.

“Saya mendatangi KPAID (Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah) untuk meminta bantuan, agar anak saya yang mempunyai kelainan pada kelaminnya bisa mempunyai kejelasan soal gender-nya,” kata dia.

Dia berharap ada dermawan yang membantu, supaya anaknya bisa normal seperti layaknya anak-anak lainn. “Mudah-mudahan KPAID bisa menjembatani saya, supaya anak saya dibantu untuk berobat secara medis,” paparnya.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengungkapkan orang tua Dani berinisiatif mendatangi sekretariat KPAID di Kecamatan Cisayong untuk meminta bantuan dan didampingi supaya anaknya bisa normal.

“Orang tua Dani menyampaikan anaknya, yang diduga mengalami kelainan dengan memiliki alat kelamin ganda,” ungkap Ato kepada wartawan di sekretariat KPAID, Jumat (15/2).

Menurut Ato, kedua orang tua Dani mengalami kesulitan biaya untuk mengobati anaknya. Karena hanya bekerja sebagai buruh serabutan. “Saya juga berharap ada dermawan yang bisa membantu kesulitan keluarga Dani,” ungkapnya.

Untuk itu, KPAID akan berkoordinasi dengan pihak terkait melakukan observasi dan operasi. Karena diduga ada kelainan, kemungkinan besar mengalami kelamin ganda. “Kita cek dari fisik atau perawakan memang kecenderungannya ke laki-laki. Tetapi tidak bisa spekulasi, apakah laki-laki atau perempuan kita konsultasi ke dokter ahli, psikolog dan rumah sakit,” kata Ato. (dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.