Balok Penyangga Jembatan Ambruk

278
0
AMBRUK. Para pekerja saat melihat dua balok penyangga jembatan Ciputrapinggan yang ambruk kemarin (10/12). Jembatan ini merupakan akses menuju objek wisata Pangandaran.

PANGANDARAN – Pembangunan jembatan baru Ciputrapinggan dipastikan molor akibat insiden robohnya dua balok penyangga atau girder, Sabtu (9/12) sore. Namun demikian, pihak kontraktor berjanji untuk secepatnya menyelesaikan pembangunan jembatan yang ambruk sejak satu tahun lalu.
Irman, pegawai PT Pilar Bangun Patroman yang merupakan rekanan PT Wika, kontraktor jembatan tersebut mengatakan perusahaan berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan jembatan hingga selesai. “Kita sudah berkoordinasi dan PT Wika komitmen akan menyelesaikan pekerjaan jembatan ini, walaupun ada insiden,” ungkapnya kepada Radar saat meninjau lokasi kemarin (10/12).
Kecelakaan tersebut, kata dia, diakibatkan kesalahan dalam pemasangan girder. “Ini human error lah, jadi saat pemasangan relnya miring kemudian girder-nya terlepas dan menabrak girder lainnya sampai ambruk dan patah. Jadi ada dua girder yang ambruk dari empat yang sudah terpasang,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi hal serupa terjadi, kemungkinan dalam pengerjaan selanjutnya akan dibantu alat berat jenis crane dari kedua sisi jembatan.
Dihubungi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Kadimin mengatakan ambruknya balok penyangga diakibatkan adanya salah satu dari dua dongkrak mengalami macet saat memasang girder. “Tadinya normal namun ada kendala saat memasang girder, tiba-tiba ada satu dongkrak yang macet. Sehingga begitu girder diangkat langsung miring dan jatuh,” jelasnya.
Dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak kontraktor menyikapi insiden tersebut. “Kita sudah diskusikan dan pekerjaan dilanjutkan, kemungkinan waktu pengerjaan akan bertambah,” ungkapnya.
Insiden tersebut tidak mengganggu arus lalu lintas yang menggunakan dua jembatan sementara. Namun demikian, warga yang menanti jembatan baru itu selesai sebelum libur tahun baru sangat kecewa. Media sosial pun menjadi salah satu sarana warga mengutarakan kekecewaan.
“Kita sudah senang ketika kabar bahwa tahun baru sudah bisa digunakan ternyata sekarang malah ambruk,” tutur Yana (46), salah seorang warga Desa Babakan Kecamatan Pangandaran.
Dikatakannya, pada saat libur tahun baru, arus lalu lintas kendaraan wisatawan dipastikan akan melonjak. “Sekarang saja libur hari biasa di jembatan sudah mengantre, apalagi saat tahun baru kemacetannya bisa panjang karena kendaraan harus melintasi jembatan sementara secara pelan-pelan,” ungkapnya. (nay)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.