Bamboo Creative Center di Selaawi Garut, Begini Kata dr Helmi

48
0
Istimewa TINJAU. Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman meninjau pembangunan tahap pertama Bamboo Creative Centre di Kecamatan Selaawi, Sabtu (2/1).

SELAAWI – Pemerintah Kabupaten Garut akan mendukung terus pembangunan Bamboo Creative Centre di Kecamatan Selaawi. Hal itu karena, Bamboo Creative Centre ini dibangun untuk untuk mengembangkan industri kreatif bambu di Kecamatan Selaawi.

“Kita akan dukung pembangunan gedung ini, termasuk dari segi anggarannya,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman yang meninjau langsung tahap pertama Bamboo Creative Centre di Kecamatan Selaawi, Sabtu (2/1).

Helmi mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan ini karena Kecamatan Selaawi memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya berkaitan dengan bambu.

“Bambu ini merupakan tanaman yang unik, semua yang ada di dalam bambu dapat dimanfaatkan, diolah, dan menjadikan produk yang bisa menghasilkan untuk uang,” katanya.

Ia berharap adanya Bamboo Creative Centre itu bisa memotivasi masyarakat untuk mengeksplorasi potensi dan segala manfaat yang ada pada bambu.

“Semoga pencapaian program ini bisa menjadi berkah bagi Kecamatan Selaawi, berkah bagi Kabupaten Garut, bahkan berkah bagi negara Indonesia,” katanya.

Baca juga : Sehari, 70 Warga Garut Positif Covid-19, Total 3.956 Orang

Terpisah, Camat Selaawi Ridwan Efendi mengatakan, pembangunan Bamboo Creative Centre di Kecamatan Selaawi secara bertahap dengan besaran anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 8,8 miliar dalam rangka pengembangan bambu kreatif, seni budaya dan edukasi.

“Pembangunannya secara bertahap konsepnya tradisional untuk mengangkat budaya lokal,” katanya.

Ia menuturkan pembangunan Bamboo Creative Centre dilakukan tiga tahap alokasi anggaran dari APBD Pemkab Garut untuk tahap pertama sebesar Rp 1,3 miliar tahun 2020, kemudian tahap kedua Rp 2,5 miliar pada tahun anggaran 2021.

Selanjutnya, kata dia, pembangunan itu akan mendapatkan dana pada tahap tiga tahun anggaran 2022 dengan usulan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 5 miliar, jadi total seluruhnya mencapai Rp 8,8 miliar.

“Tiga tahap yang tahap tiga belum ada, kebutuhannya sekitar Rp 5 miliar lagi,” katanya.

Ia menyampaikan anggaran yang digunakan pada tahap satu yaitu bangunan Amphi Theatre, sedangkan untuk tahap duanya akan dilaksanakan Februari 2021 untuk pembangunan sangkar burung besar, galeri, gerbang, dan lain-lainnya dengan target pembangunan selesai pada 2022.

“Anggaran sekitar Rp 2,5 miliar dengan peruntukkan membangun sangkar burung terbesar, plaza atau galeri, gerbang bambu, dan lain-lain,” terangnya.

Ia berharap pembangunan itu dapat berjalan lancar yang selanjutnya bisa dimanfaatkan bersama untuk mengembangkan industri kreatif bambu di Kecamatan Selaawi.

“Mudah-mudahan dengan dorongan dari semua pihak, baik warga Kecamatan Selaawi maupun pemerintah kabupaten yang mengalokasikan dananya sehingga segala rencana dapat terwujud tanpa ada kendala,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.