Beranda Nasional Bamsoet; Praktek Dokter ‘Cuci Otak’ tak Ada Pelanggaran, IDI Harus Jelaskan Pada...

Bamsoet; Praktek Dokter ‘Cuci Otak’ tak Ada Pelanggaran, IDI Harus Jelaskan Pada Masyarakat

198
BERBAGI

JAKARTA – Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, DPR menghargai apa pun yang menjadi keputusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terhadap dokter Terawan Agus.

Namun demikian, Bamsoet sapaan Bambang Soesatyo, meminta IDI memberikan penjelasan gamblang kepada masyarakat karena keputusannya ternyata banyak menimbulkan polemik.

Dia mengungkapkan masyarakat terutama para pasien yang berhasil disembuhkan, menganggap Terawan memberikan pertolongan dan terobosan terhadap penyakit terutama yang terkait dengan jaringan otak.

Menurut dia, beberapa pasien yang telah memberikan testimoninya menyatakan yang dilakukan Terawan adalah menyembuhkan, bukan malah menimbulkan dampak dampak lain.

“Sehingga dengan demikian sanksi dari IDI itu juga harus ditinjau kembali, dibicarakan kembali lebih dalam terutama kepada kesatuan di mana dokter Terawan bernaung, yaitu TNI AD,” kata Bambang di gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/4).

Bamsoet mengakui DPR tidak bisa masuk terlalu jauh terhadap urusan internal sebuah organisasi.

Terlebih jika menyangkut perilaku anggotanya yang disanksi etik oleh organisasi tersebut.

Namun, di sisi lain beberapa pasien terutama orang- orang terkenal memberikan kesaksian bahwa Terawan profesional.

“Artinya tidak ada penyimpangan dan mereka merasakan manfaatnya,” katanya.

Dia mengatakan Terawan profesinya dokter yang berada di bawah naungan TNI AD.

Namun, kata dia, organisasi yang menaungi profesi dokter sudah memberi sanksi. Dan itu harus dihargai.

“Karena menimbulkan pro kontra di publik maka IDI harus meninjau kembali sanksinya apakah sanksi yang dijatuhkan itu benar,” katanya.

Menurut dia, sanksi bisa dijatuhkan jika ada masyarakat yang dirugikan. Namun, ujar dia, dalam kenyataannya masyarakat dan seluruh pasien dokter Terawan tak ada yang dirugikan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus melibatkan diri untuk melihat secara jernih agar ini tidak jadi polemik.

Menurut dia, jika dibiarkan ini tidak menguntungkan juga bagi masyarakat terutama orang yang berharap banyak terhadap kesembuhan dan keahlian Terawan.

“Seperti sahabat terdekat saya Pak Akom (mantan Ketua DPR Ade Komaruddin) itu ditangani dokter Terawan dan berjalan baik di sana. Kalau dia tiba-tiba tidak boleh praktik repot juga, dia masih ditangani dr Terawan dan masih berjalan sampai saat ini,” paparnya.

(boy/jpnn)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.