Ban Depan Vulkanisir, Sanksi Copot di Tempat

37
DIPERIKSA. Angkutan umum di Terminal Singaparna diperiksa kelaikannya jelang Lebaran 1440 Hijriah, Jumat (24/5). foto-foto: DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Tim Gabungan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dishub Kabupaten Tasikmalaya, Sub Unit Pelayanan Terminal Singaparna dan Polres Tasikmalaya menggelar ram check atau memeriksa kelengkapan surat-surat dan kelaikan kendaraan angkutan umum jelang Lebaran di Terminal Singaparna, Jumat (24/5).

Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan banyak angkutan umum yang tidak melengkapi surat-surat kendaraan dan kelaikan kendaraan seperti tidak memasang klakson, rem tangan termasuk kedapatan menggunakan ban vulkanisir.

Kepala Balai UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Wilayah III Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat, Moch Abduh Hamzah menjelaskan ram check ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang. Apalagi saat ini akan menghadapi mudik Lebaran. “Ini dilakukan supaya aman dan nyaman berkendara baik penumpan dan pengendara. Sehingga terjaminnya keselamatannya,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya, Heri Bimantoro Ruslan SH MH menjelaskan pemeriksaan kelaikan kendaraan yang dilakukan sesuai dengan indikator keselamatan di jalan. “Banyak contoh, ada kendaraan yang dipulangkan dan ditilang dari sisi kelaikan jalan, misalnya ban depan pakai vulkanisir. Sanksinya harus dicopot di tempat, tidak ada toleransi. Kalau dipakai di ban belakang masih bisa ditolerir. Karena ban depan manuvernya lebih banyak sehingga rawan tergelincir,” ungkapnya.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Haryono menambahkan dalam ram check yang rutin dilaksanakan H-10 jelang Lebaran, ditemukan 30 angkutan umum yang tidak memenuhi kelaikan atau melengkapi surat kendaraan. “Kita temukan kendaraan yang tidak laik jalan, contohnya ban gundul dan vulkanisir, tidak ada rem tangan atau klakson. Sehingga kami tilang dan diberikan teguran,” terangnya.

Nana Suryana (35), sopir angkutan umum jurusan Sodonghilir-Singaparna mengakui kendaraannya belum laik jalan. Karena, tidak ada klakson dan rem tangan. “Ya memang berbahaya dan selalu khawatir saat di jalan. Tapi mau membenarkannya belum ada biaya,” paparnya.(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.